Melayani Dengan Nurani

IA

Berubah tanpa ilmu adalah perubahan sia-sia

Yang abadi dalam kehidupan di dunia adalah perubahan, dengan ilmu perubahan menjadi terarah.

Orang cerdas itu adalah orang yang berencana untuk besok hari

Maka disiplin adalah bagian dari rencana.

18 November 2015

Rancang Bangun Jaringan (RBJ)

Kompetensi Dasar

KELAS XI
3.1. Memahami hubungan komputer ke jaringan
3.2 Memahami penyambungan internet melalui ISP
3.3. Memahami pengalamatan Jaringan
3.4. Memahami Layanan-Layanan Jaringan
3.5. Memahami Internet dan pemanfaatannya
3.6. Memahami Meja bantuan (help desk)
3.7. Memahami perencanaan pemutakhiran Jaringan
3.8. Memahami Perencanaan struktur pengalamatan
3.9. Memahami konfigurasi Peralatan-peralatan Jaringan
3.10 Memahami Routing jaringan computer
3.11. Memahami Layanan- layanan ISP
3.12. Memahami tugas dan tanggung jawab ISP
3.13 Memahami Jaringan di Enterprise
3.14. Memahami eksplorasi infrastruktur jaringan perusahaan
3.15. Memahami Switching pada jaringan perusahaan

4.1.  Menalar hubungan komputer ke jaringan
4.2 . Menyajikan penyambungan internet  melalui  ISP 
4.3.  Menyajikan pengalamatan Jaringan
4.4.  Menalar Layanan-Layanan Jaringan
4.5.  Menalar Internet dan pemanfaatannya 
4.6.  Menalar Meja bantuan (help desk)
4.7.  Menganalisa  perencanaan pemutakhiran Jaringan 
4.8.  Menganalisa Perencanaan struktur pengalamatan
4.9.  Menyajikan hasil pengembangan jaringan sederhana
4.10.Menganalisa  Routing jaringan komputer 
4.11.Menganalisa Layanan-layanan ISP
4.12.Menalar tugas dan tanggung jawab ISP
4.13.Menalar  Jaringan di Enterprise 
4.14.Menalar  eksplorasi infrastruktur jaringan perusahaan 
4.15.Menalar Switching pada jaringan perusahaan

Kelas XII
Memahami Pengalamatan dalam suatu jaringan perusahaan 
Memahami Protokol routing jenis distance vector pada jaringan perusahaan 
Memahami Protokol routing jenis distance vector pada jaringan perusahaan 
Memahami Protokol Routing jenis Link-State 
Memahami Implementasi link WAN perusahaan
Memahami Penyaringan trafik menggunakan Access Control List (ACL)Skema pengalamatan jaringan IP hirarkikal

Jaringan datar ( horizontal) dan jaringan hirarkikal

pengalamatan jaringan hirarkikal
subnetting dalam struktur jaringan
VLSM
subnet mask
subnet menggunakan representasi biner
proses dasar subnetting
Variable Length Subnet Mask (VLSM)
pengalamatan VLSM
Classless Routing dan CIDR
routing classfull dan routing classless 
CIDR dan peringkasan rute (route summarization) 
Perhitungan  peringkasan rute
subnet-subnet discontiguous 
cara terbaik untuk melakukan pengalamatan dan subnetting
NAT dan PAT
alokasi alamat IP privat
penggunaan NAT untuk kepentingan perusahaan
NAT static dan dinamik
PAT

Pengaturan  jaringan perusahaan
Topologi jaringan perusahaan
routing static dan dinamik
Konfigurasi route static
Konfigurasi route default
Verifikasi RIP
protocol routing distance vector
Routing Information Protocol (RIP)
Konfigurasi RIPv2
Penggunaan routing protocol EIGRP
Enhanced Interior Gateway Routing Protocol (EIGRP)
Terminology dan table EIGRP
Tetangga dan batasan dekat EIGRP
Ukuran/metric dan konvergensi EIGRP
Implementasikan EIGRP
Konfigurasi  dan jaringan EIGRP

Protocol routing OSPF
Operasi protocol rute link-state
Ukuran/metric dan konvergensi OSPF
Tetangga dan batasan dekat OSPF
Wilayah/area OSPF
OSPF wilayah tunggal
OSPF dasar untuk wilayah tunggal
Konfigurasi autentikasi OSPF
Karameter OSPF
Verifikasi kerja OSPF
Penggunaan banyak protocol routing
Konfigurasi dan menyebarkan sebuah default route
Konfigurasi peringkasan OSPF
Permasalahan dan keterbatasan dari OSPF
Penggunaan banyak protocol routing dalam jaringan perusahaan

Penyambungan WAN perusahaan
Peralatan dan teknologi WAN
Standar WAN
Akses WAN
Perilaku paket dan sirkit switching
lLast mile dan teknologi WAN jarak jauh
Enkapsulasi WAN umum
Enkapsulasi WAN dan Ethernet
HDLC dan PPP
Konfigurasi PPP
Konfigurasi PAP dan CHAP
Frame relay
Teknologi frame relay
Fungsi kerja frame relay

3.1. Memahami hubungan komputer ke jaringan

Terminologi Dasar Jaringan

Prinsip komunikasi data
Proses komunikasi data dalam sebuah jaringan kabel local
Cara membangun lapisan akses dari sebuah jaringan Ethernet
Cara membangun lapisan distribusi sebuah jaringan
• Perencanaan dan penyambungan sebuah jaringan local


Dalam jaringan komputer mempunyai aturan-aturan baku atau prinsip-prinsip baku dalam komunikasi data,  ini dikeluarkan oleh ISO (International Standard Organization) yaitu model referensi OSI (Open System Interconnection).

Maka dengan adanya model OSI ini semua vendor perangkat telekomunikasi memiliki pedoman dalam mengembangkan protokolnya.


Model OSI terdiri dari 7 lapisan, yaitu: 4 lapisan fisik berorientasi pada jaringan dan 3 lapisan berorientasi pada pemakai atau aplikasi.

4 lapisan pertama OSI berfungsi untuk membawa data tanpa cacat antara 2 lokasi.
3 lokasi berikutnya merupakan nilai tambah dari OSI.

Model OSI bersifat hierarkis dan memiliki keuntungan dan keunggulan seperti model layer  yang lain.  Tujuan utama semua model tersebut,  terutama OSI model,  adalah  untuk  memungkinkan  bisa saling  bekerjasamanya  dengan jaringan-jaringan  yang  menggunakan  alat-alat  dari  vendor  yang berbeda.

Beberapa keunggulan menggunakan layer OSI antara lain:
  1. Memungkinkan para vendor membuat alat-alat network yang standar.
  2. Memungkinkan  bermacam-macam  perangkat  keras dan  perangkat  lunak untuk bisa saling berkomunikasi.
  3. Mencegah perubahan di satu layer mempengaruhi layer lainnya sehingga permasalahan seperti ini tidak menghambat masalah development.

Model Referensi OSI
Salah satu fungsi terpenting dari spesifikasi OSI adalah membantu terjadinya transfer  data antar  host yang  berbeda sistem operasinya.  Sebagai  contoh,  model  OSI  adalah membantu  terjadinya  transfer data di antara komputer  yang  menggunakan Unix dan PC atu Mac.


OSI bukanlah suatu model yang berbentuk fisik melainkan sebuah panduan bagi pembuat aplikasi     agar bisa membuat dan mengimplementasikan  aplikasi  yang  bisa  berjalan  di jaringan.

OSI  juga menyediakan sebuah kerangka kerja untuk menciptakan dan mengimplemantasikan standar-standar  networking  peralatan,  dan  skema internetworking. 

OSI terdiri atas tujuh layer (lapisan) yang terbagi menjadi dua grup. Tiga layer  teratas mendefenisikan  bagaiman  aplikasi-aplikasi  berkomunikasi  satu sama lain dan bagaimana aplikasi berkomunikasi dengan user.  


Empat  layer dibawahnya mendefenisikan bagaimana data dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain.

Gambar 1.2 memperlihatkan tiga layer teratas (untuk selanjutnya disebut  upper layer  ) dan fungsinya,  empat layer dibawahnya (selanjutnya disebut  lowerlayer) beserta fungsinya.

Jika anda perhatikan gambar1.2, terlihat bahwa pengguna berhubungan dengan  komputer  pada aplication  layer  dimana layer  ini  juga bertanggung jawab dalam komunikasi aplikasi antar-host.

Perlu diingat bahwa upper layer sama sekali tidak mengetahui masalah network atau pengalamatan network karena masalah ini ditangani oleh lower layer.


Tampak bahwa  empat  layer  bawah (lower  layer)-lah  yang mendefinisikan bagaimana data dilewatkan melalui kabel atau melalui switch dan router. Lower layer ini juga menentukan bagaimana membangun kembali arus data yang berasal dari sumber aplikasi ke aplikasi di host tujuan.

Adapun beberapa peralatan jaringan yang beroperasi pada semua layer OSI  di antaranya:
  1. Network management station (NMS) 
  2. Server web dan aplikasi 
  3. Gateways (bukan default gateway) 
  4. Host network
Dasar-dasar Internetworking 

Gambar 1.0


Mengapa begitu penting mempelajari Teknologi Internetworking ? .

Networking telah tumbuh secara eksponensial dalam 20 tahun terakhir   untuk memenuhi  kebutuhan komunikasi  yang  mendasar   seperti   berbagi  data  dan  printer, video conference.

Networking penting untuk  menghubungkan  antar jaringan  saling  terkait  sehingga semua pengguna dapat  menggunakan sumber  daya yang ada di jaringan besar yang merupakan gabungan dari beberapa jaringan tersebut.

Networkng dapat  membagi  sebuah  network yang besar  menjadi  network-network  yang lebih kecil untuk mencapai unjuk  kerja (performance) network  yang lebih cepat.  

Sebuah network   yang   besar cenderung  akan  melambat  akibat  lalu  lintas  data  yang  terlalu padat ehingga terjadi  apa yang  dinamakan  congestion atau  kemacetan  (bisa anda analogikan mobil yang banyak dengan jalan sempit).

Membagi sebuah network yang besar  menjadi network-network yang lebih kecil dinamakan network  segmentation  yang  bisa  dilakukan  dengan  menggunakan  router, switch, dan bridge.

Kemungkinan penyebab dari congestion(kelambatan/kemacetan) di lalu lintas jaringan adalah:
  1. Terlalu banyak host (host artinya peralatan-peralatan yang terhubung ke  jaringan  yang  bisa mengirimkan  dan  menerima  informasi yang berupa: komputer, workstation, server, printer dan lain-lain) di dalam sebuah broadcast domain.
  2. Broadcast storm (badai broardcast)
  3. Multicasting
  4. Bandwith yang kecil
Router  digunakan  untuk  menghubungkan  dua atau  lebih  network  dan bertugas sebagai perantara dalam menyampaikan data antar-network.

Secara default, router berfungsi membagi atau memecah sebuah broadcast domain.

Broadcast  domain  adalah  kumpulan  dari  peralatan-peralatan  di  sebuah segmen  network  yang menerima semua paket broadcast  yang dikirim  oleh peralatan-peralatan  di  dalam  segmen tersebut.
Setiap  peralatan  dalam network harus membaca dan memproses data dari broadcast tersebut.

Hal ini akan terus terjadi kecuali  ada sebuah  router.  Ketika interface dari  router menerima paket broadcast,  ia akan mengatakan “Tidak,  terima kasih”.   Dan mengabaikan  broadcast  tersebut  tanpa  meneruskan  ke  network  yang  lain.

Walaupun  secara  default  router  dikenal  sebagai  alat  untuk  memisahkan broadcast  domain, router  sebenarnya  juga  memisahkan  collision  domain (collision adalah kondisi dimana terjadi tabrakan antar data karena data-data tersebut  berada  pada  waktu  dan  tempat  yang  sama  pada sebuah  kabel jaringan).

Dua keuntungan menggunakan router dalam jaringan anda adalah:
  1. Router secara default tidak meneruskan paket broadcast.
  2. Router bisa menyaring network dengan menggunakan informasi pada layer 3 (Network layer) seperti alamat IP.
Berbeda dengan router, switch tidak digunakan untuk menghubungkan antar  network tapi digunakan  untuk  memaksimalkan  jaringan  LAN.

Tugas utama dari switch adalah membuat  LAN bekerja dengan lebih baik dengan mengoptimalkan untuk  kerja (performance),  menyediakan  lebih  banyak bandwith untuk pengguna LAN.

Tidak seperti router, switch tidak meneruskan paket ke jaringan lain. Switch hanya menghubung-hubungkan frame dari satu port ke port lainnya di jaringan dimana dia berada.

Secara  default,  switch  memisahkan  collision  domain.  Istilah  collision domain adalah istilah di dalam Ethernet yang menggambarkan sebuah kondisi network dimana sebuah peralatan mengirimkan paket  pada sebuah segmen network,  kemudian  memaksa  peralatan  lain  di  segmen  tersebut untuk memperhatikan paketnya. Pada  saat  bersamaan,  peralatan  yang  berbeda mencoba untuk mengirimkan paket yang lain, yang mengakibatkan terjadinya collision (tabrakan).  Paket  yang dikirim  menjadi  rusak,  akibatnya  semua peralatan  harus  melakukan  pengiriman ulang  paket.
Sebuah  kondisi  yang sangat tidak efesien.

Situasi ini bisa terjadi pada jaringan yang menggunakan hub  di  mana  setiap  segmen  terhubung  ke sebuah  hub  yang  dikatakan merepresentasikan hanya satu collision domain dan satu broadcast domain.

Berbeda  dengan  hub,  setiap  port  pada  switch  merepresentasikan  collision domain-nya masing-masing. Switch  memisahkan  collision  domain  tetapi  tetap  dengan 1  broadcast domain.

Berbeda  dengan  switch,  router  memisahkan  broadcast  domain pada setiap interface-nya.

Banyak  yang  mencampuradukkan  istilah  bridge dengan  switch.  Bridge maupun switch pada dasarnya melakukan hal yang sama yaitu memisahkan collision  domain  pada  LAN.

Bridge  pada  umumnya  hanya  mempunyai  dua atau  empat  port,  sedangkan  switch  mempunyai 16  port  bahkan  sampai ratusan port. Sehingga switch disebut juga multiport bridge.

Anda bisa menggunakan bridge dalam sebuah network untuk mengurangi collision pada broadcast domain dan menambah jumlah collision domain pada jaringan anda, yang otomatis akan menambah bandwith untuk para pengguna.
gambar 1.1

Gambar 1.1 memperlihatkan ilustrasi semua peralatan ini dihubungkan ke dalam suatu internetwork. Ingat bahwa router tidak  hanya  memisahkan  broadcast  domain  pada  setiap  interface  LAN-nya tapi juga memisahkan collision domain.

Perhatikan  bahwa  router  ditempatkan  di  tengah-tengah  pada  Gambar 1.1  dan  menghubungkan semua network  yang  ada?  Gambarnya begitu karena  peralatan yang lebih tua yaitu bridge dan hub juga digunakan.

Ketika kita hanya menggunakan switch di dalam lingkungan LAN,  semuanya  akan  berubah. Switch akan  ditempatkan  di  tengah-tengah network dan router hanya digunakan untuk menghubungkan network logic.

Kini, perhatikan bagian atas gambar  1.1, anda akan menyadari bahwa bridge  digunakan  untuk menghubungkan  hub  ke  router.

Walaupun  bridge memisahkan  collision  domain  tapi  setiap  peralatan  yang  terhubung  pada kedua hub tetap berada pada broadcast domain yang sama.

Selain itu, bridge juga hanya memisahkan dua collision domain, jadi setiap alat yang terkoneksi pada hub  yang  sama  akan  mempunyai  collision  domain  yang  sama  pula. Tentu saja cara kerja ini kurang bagus tapi masih jauh lebih baik dari pada hanya mempunyai 1 collision domain untuk semua peralatan yang terhubung pada kedua hub.

Perhatikan lagi pada bagian bawah Gambar 1.1, terdapat dua hub yang terhubung  dengan  sebuah
hub  lain  sebelum  terhubung  ke  router.

Ini menciptakan collision domain dan broadcast domain yang sangat besar. Dari sini terlihat jelas bahwa bridge berfungsi lebih baik dari pada hub.

Walaupun bridge  digunakan untuk  segmentasi network, bridge  tidak bisa mengisolasi brodcast atau paket multicast.

Bentuk  network  terbaik  yang  terkoneksi  ke  router  pada  gambar 1.1 adalah  network  bagian  kiri. Mengapa?  Karena  setiap  port  pada  switch mempunyai collision domain masing-masing.

Akan tetapi bentuk network ini masih belum sempurna karena semua alat yang terhubung ke dalam switch switch  tersebut  masih  dalam  broadcast  domain  yang  sama.  Masih  ingat kenapa  kondisi ini  bisa  berarti  tidak  baik?

Karena  setiap  peralatan  harus mendengarkan  sebuah  broadcast  yang  terjadi  dalam  network. Dan jika network anda adalah network yang besar, broadcast  yang besar  juga akan terjadi sehingga bandwith network anda akan terpakai habis oleh broadcast yang menyebabkan lambatnya jaringan tersebut.

Rancangan  network  terbaik  adalah  penggunaan  switch  dengan  router yang dikonfigurasikan dan ditempatkan sesuai dengan kebutuhan.

Model Internetworking.

Switch mempunyai banyak sekali fungsi-fungsi yang tidak dimiliki oleh hub. Hub sebenarnya masih bisa digunakan untuk network yang baik, yang tentu saja yang hanya jika anda bisa merancang dan mengimplementasikannya dengan tepat.

Misal : ada 40 pengguna (user) yang terbagi atas 4 hub dimana masing-maasing hub terkoneksi  10 pengguna. Karena semua hub saling terhubung, maka terdapat sebuah collision domain dan broadcast domain yang besar. Jika saja anda bisa membeli sebuah switch dan menghubungkan semua hub dan server ke port switch, kini anda sudah mempunyai  4 collision domain dan satu broadcast  domain. Tidak sempurna memang, tapi cukup layak untuk harga yang dibayarkan bagi sebuah switch dan anda akan mendapatkan network yang jauh lebih baik.

Pada  saat   network   baru   muncul,   kebanyakan   komputer   hanya  dapat berkomunikasi  dengan komputer  yang  dibuat  oleh  perusahaan  yang  sama.

Model OSI  adalah model atau acuan arsitektural utama untuk network yang    mendeskripsikan   bagaimana  data dan  informasi  network dikomunikasikan  dari  sebuah  aplikasi  di  komputer ke sebuah  aplikasi  di komputer lain melalui media seperti kabel.

Model OSI  melakukan ini semua dengan menggunakan pendekatan layer.

Pendekatan Layer (Berlapis)

Model referensi adalah suatu konsep cetak-biru dari bagaimana seharusnya komunikasi berlangsung. Model ini menjelaskan  semua   proses   yang diperlukan  oleh  komunikasi  yang efektif.  Model  ini juga  membagi  proses-proses tersebut menjadi kelompok logis yang bernama layer.

Sebuah sistem komunikasi  yang dibuat  mengikuti  konsep ini  dinamakan  sebagai  arsitektur layer.

Keuntungan dari Model Referensi

Layer Application
Layer  Aplication  pada  model  OSI  merupakan  tempat  dimana  user  atau pengguna  berinteraksi   dengan   komputer.   Layer   ini   sebenarnya  hanya berperan  ketika  dibutuhkan  akses  ke  network. Sebagai  contoh  Internet Explorer.  Anda  bisa  membuang  semua  komponen  networking  dari sistem  seperti  TCP/IP,   kartu   NIC, dan sebagainya.  Anda   masih   tetap   bisa menggunakan  Internet  Explorer  (IE)  untuk  melihat  dokumen  lokal  HTML,  tidak ada masalah.

Tapi semuanya akan berubah menjadi kacau ketika anda mencoba  sesuatu  yang  lain  seperti melihat dokumen  HTML yang  harus diambil dengan HTTP atau mengambil file dengan FTP. Hal ini terjadi karena IE harus  memberikan  umpan  balik  terhadap  permintaan  tersebut  dengan mencoba mengakses layar  aplication.

Yang sebenarnya terjadi disini adalah  layer   apllication   bertindak   sebagai   interface   antar   program   aplikasi sebenarnya,  dimana  program  aplikasi  itu  sendiri  tidak  termasuk  ke  dalam struktur  layer,  dengan  layer  berikut  di  bawahnya.  Ini  dilakukan  dengan menyediakan  beberapa cara  bagi  aplikasi  tersebut   untuk  mengirimkan informasi ke layer bawah melalui susunan protokol tersebut. Dengan kata lain, IE tidaklah berada pada layer application, tapi IE berfungsi sebagai interface  dengan protokol layer application,  ketika IE membutuhkan sumber daya remote.

Selain    itu,    layer    application    juga   bertanggung    jawab    untuk mengidentifikasikan dan memastikan keberadaan partner komunikasi yang dituju  serta menentukan  apakah sumber  daya komunikasi  yang dituju cukup tersedia.

Tugas  ini  sangatlah  penting  karena  komunikasi  komputer  terkadang membutuhkan  lebih  dari sumber  daya  sebuah  sebuah PC.  Seringkali  layer application   menggabungkan   komponen   komunikasi   yang   berasal   dari beberapa applikasi  network.
Sebagai  contoh  yang  sering  digunakan  adalah file   transfer   dan   email   seperti   halnya   juga   remote   access,   aktivitas manajemen  network,  proses client/server  dan  information  location.

Banyak aplikasi  network  menyediakan  layanan  komunikasi  melalui  network  skala besar,  akan tetapi untuk saat  ini dan Internetworking di masa mendatang, kebutuhannya telah berkembang begitu pesat dan akan segera mencapai titik akhir dari kemampuan network sekarang. Saat  ini pertukaran transaksi dan informasi  di  antara  perusahaan  sudah  berkembang  dan  membutuhkan layanan aplikasi internetworking seperti berikut:

World Wide Web (WWW)

Menghubungkan  server-server  dalam  jumlah  begitu  banyak,  hampir  tidak terhitung  (dan dari hari ke hari selalu bertambah) dengan format data yang berbeda-beda.  Kebanyakan  adalah multimedia dan  bisa mencakup  gambar, teks, video, dan suara. Baik IE maupun Netscape Navigator bisa digunakan untuk mengakses dan melihat website.

Email  gateway      Layanan  serbaguna  ini  bisa  menggunakan  Simple  Mail Transfer  Protocol (SMTP)  atau  standar  X.400  untukmengirim  pesan  antar aplikasi email yang berbeda.

Electonic data Interchange  (EDI )
Gabungan dari standar-standar dan  proses-proses  khusus  yang  menyediakan   aliran   data  atau   accounting, pengiriman / penerimaan, serta pelacakan order atau  inventori  antar perusahaan.

Special interest bulletin board. 
Mencakup   banyak   tempat   chat   di Internet  dimana  orang  bisa  bertemu  dan  berkomunikasi dan  mengirimkan pesan  atau  mengadakan  percakapan  secara  interaktif.  Juga  dipakai  untuk
sharing perangkat lunak public domain.

Utiliti navigasi Internet
Mencakup  aplikasi-aplikasi   seperti   Gopher   dan WAIS serta aplikasi mesin pencari (search engine) seperti Google dan Yahoo!, yang  membantu  pengguna  pencari  informasi  yang  mereka butuhkan  di Internet.

Layana transaksi finansial     Menargetkan  komunitas  finansial.  Layanan ini mengumpulkan dan menjual informasi-informasi yang berkenaan dengan masalah investasi, market trading, komoditas, nilai tukar mata uang, dan data perkreditan kepada pelanggannya.

Layer Persentation

Fungsi  dari  layer  ini  sesuai  dengan  namanya,  menyajikan  data  ke  layer application dan bertanggung jawab pada penerjemahan data dan format kode (program).  Layer  ini  pada  dasarnya adalah  penerjemah  dan  melakukan  fungsi  pengkodean dan konversi. Teknik transfer data yang berhasil adalah dengan mengadaptasi   data   tersebut   kedalam   format   yang   standar   sebelum
dikirimkan.

Komputer  dikonfigurasikan  untuk  menerima  format  data  yang standar  atau  generik  ini  untuk kemudian  diubah  kembali  kebentuk  aslinya  untuk  dibaca  oleh  aplikasi  bersangkutan (contohnya,  EBCDIC  ke  ASCII ).

Dengan menyediakan layanan penterjemahan, layer Presentation memastikan agar data yang berasal dari layer application di satu komputer dapat dibaca oleh layer application di komputer lain.
OSI  memiliki  standar  protokol  yang  mendefensikan  bagaimana format data yang standar. Tugas-tugas seperti kompresi, dekompresi, enkripsi, dan deskripsi  data,  berhubungan  dengan  layer  ini.

Beberapa  standar  layer Presentation  juga  mencakup  operasi  multimedia.  Standar-standar  berikut
digunakan untuk mengatur presentasi grafis dan visual image:

PICT  Sebuah  format  gambar  yang  digunakan  program  Macintosh  untuk melakukan transfer grafik QuickDraw.

TIFF  Tagged Image File Format, sebuah format grafis standar untuk image bitmap resolusi tinggi.

JPEG Standar  foto  yang  dibuat  oleh  Joint  Photographic  Experts  Group. Standar lain mengatur film dan suara

Midi  Musical   Instrument   Digital   Interface (kadang   disebut   Musical Instrument Device Interface), digunakan untuk membuat musik digital.

MPEG       Standar  Motion  Picture Experts Group  yang  semakin  populeruntuk  kompresi dan coding video bergeraj untuk CD. Ia menyediakan penyimpanan digital dan kecepatan bit sampai 1,5 Mbps.

QuickTime  Digunakan oleh program Macintosh;  mengelola aplikasi-aplikasi audio dan video.

RTF   Rich  Text   Format,  sebuah  file  format   yang  memungkinkan  kita melakukan pertukaran file text antar program pengolah kata (word processor) yang berbeda, bahkan antar sistem operasi yang berbeda

Layer Session 

Layer   session   bertanggung   jawab   untuk   membentuk,   mengelola,   dan kemudian memutuskan session-session antar layer-layer Presentation. Layer session juga menyediakan control  dialog antar peralatan atau titik jaringan (node).  Dia  melakukan  koordinasi  komunikasi  antar  sistem-sistem dan mengorganisasi  komunikasinya  denagn  menawarkan  tiga mode berikut:  simplex,  half-duplex, dan  full-duplex.

Kesimpulannya,  layer  session  pada dasarnya menjaga terpisahnya data dari aplikasi yang satu dengan data dari aplikasi yang lain.

Berikut ini beberapa contoh protokol dan Interface layer session:

Network File System (NFS) dibuat   oleh   Sun   Microsystem   dan digunakan  dengan  TCP/IP  dan workstation  UNIX  untuk  akses  yang transparan ke sumber daya remote.

Structured Query Language (SQL)      dibuat     oleh     IBM     untuk menyediakan  kepada pengguna sebuah  cara  yang  lebih  mudah  untuk mendefenisikan kebutuhan informasinya pada sistem lokal dan remote.

Remote Procedure Call (RPC)    sebuah  utiliti  atau  tool  untuk  clientserver   yang   digunakan   digunakan   untuk   lingkungan   layanan   yang berbeda-beda.  Prosedurnya dibuat  dibuat  di sisi client  dan dijalankan di sisi server.

X Windows     digunakan secara luas oleh terminal-terminal pintar untuk berkomunikasi  dengan  komputer  UNIX  yang  remote,  memungkinkan mereka bekerja seakan-akan mereka adalah monitor yang terpasang lokal di komputer tersebut.

AppleTalk Session Protocol (ASP) mekanisme  client/server  yang lain,  yang  membuat   dan menjaga  session  antar  client   dan  server AppleTalk

Digital Network Architecture Session Control Protocol (DNA SCP) sebuah protokol layer Session dari DECnet. 

Layer Transport 

Layer Transport  melakukan segmentasi dan menyatukan kembali data yang tersegmentasi tadi menjadi sebuah arus data. Layanan-layanan yang terdapat di  layer  Transport  melakukan  baik segmentasi  maupun  penyatuan  kembali data yang tersegmentasi tersebut (reassembling), dari aplikasi-aplikasi upper-layer  dan  menggabungkannya  ke  dalam  arus  data  yang  sama.

Layanan-layanan  ini  menyediakan  transportasi  data dari  ujung  ke ujung,  dan  dapat membuat sebuah koneksi logical antara host pengirim dan host tujuan pada sebuah internetwork.

TCP dan  UDP keduanya bekerja pada di  layer  Transport,  dimana TCP adalah layanan yang dapat diandalkan  (reliable),  sedangkan UDP tidak.  Ini berarti  pembuat  aplikasi  memiliki  lebih  banyak pilihan,  karena mereka bisa memilih  antara  kedua  protokol  tersebut  ketika  bekerja  dengan protokol-protokol TCP/IP.

Layer  Transport  bertanggung  jawab  untuk  menyediakan  mekanisme untuk  multiplexing (multiplexing  adalah  teknik  untuk  mengirimkan  atau menerima beberapa jenis data yang berbeda sekaligus pada saat bersamaan melalui  satu  media  network  saja)   metode  aplikasi-aplikasi  upper-layer, membuat session, dan memutuskan rangkaian virtual  (virtual circuit, artinya koneksi atau hubungan terbentuk diantara dua buah host di jaringan, setelah melalui sebuah mekanisme yang disebut three-way handshake yang akan dijelaskan  kemudian).  Ia  juga  menyembunyikan  detail-detail  dari  informasi yang bergantung pada jaringan,  menyembunyikannya dari  layer  yang lebih
tinggi, dengan cara menyediakan transfer data yang transparan.

Protokol Jaringan

Prinsip komunikasi data memerlukan protokol sebagai saluran yang mengatur komunikasi diantara beberapa komputer dalam sebuah jaringan.

Protokol yang terdapat dalam jaringan komputer adalah sebagai berikut:

A. Ethernet
Ethernet menggunakan metode akses yang disebut CSMA/CD (Carrier Sense Multiple Access/Collision Detection) dalam mengkomunikasikan data. Ethernet bekerja dengan memperhatikan kabel dalam network atau jaringan sebelum dilakukan transformasi atau transmisi data. Bila dalam kabel jaringan tidak terdapat aktifitas maka komputer akan mentransmisikan data, tapi bila terdapat transmisi data lain, maka komputer akan menunggu dan mencoba kembali mentransmisi data jika kabel jaringan telah bersih dari transmisi data komputer lain. Penggunaan protokol ethernet digunakan pada topologi jaringan garis lurus, star, dan tree. Transmisi data dengan kecepatan 10Mbps dapat melalui kabel twisted pair, koaksial, atau serat optik.

B. Localtalk
Localtalk merupakan protokol jaringan dengan menggunakan metode akses yang disebut CSMA/CA (Carrier Sense Multiple Access with Collision Avoidance). Untuk menghubungkan komputer ini, dapat melewati port serial dengan menggunakan adapter localtalk dan kabel twisted pair.

Localtalk pertama kali dikembangkan oleh Apple Computer Inc. untuk komputer dengan mesin Macintosh yang memungkinkan koneksi dalam jaringan secara peer to peer tanpa membutuhkan tambahan aplikasi khusus.

Kecepatan transmisinya hanya 230 Kbps yang merupakan kelemahan localtalk. Protokol localtalk dapat digunakan pada topologi jaringan garis lurus, star, atau tree dengan menggunakan kabel twisted pair.

C. Token Ring
Metode akses protokol toke adalah melalui token dalam sebuah lingkaran seperti cincin. Protokol ini pertama kali dikembangkan tahun 1980 oleh perusahaan IBM. Sinyal token bergerak berputar dalam sebuah lingkaran (cincin) dalam sebuah jaringan dan bergerak dari satu komputer menuju ke komputer lainnya. Jika pada persinggahan di salah satu komputer terdapat data yang ingin ditransmisikan, Token akan mengirimkan data ke tempat yang diinginkan tersebut. Selanjutnya token bergerak untuk saling mengkoneksikan diantara masing-masing komputer. Dengan kecepatan transmisi data 4 Mbps atau 16 Mbps, protokol token ring dapat digunakan pada topologi jaringan dengan menggunakan kabel twisted pair atau kabel serat optik.

D. FDDI (Fiber Distributed Data Interface)
FDDI merupakan protokol jaringan dengan metode akses model Token. FDDI menghubungkan beberapa komputer sampai jarak yang jauh. FDDI menggunakan dua buah topologi cincin. Proses transmisinya menggunakan satu cincin, jika terdapat masalah dalam transmisi data, secara otomatis akan menggunakan cincin yang kedua. Kecepatan transmisi data sampai dengan 100 Mbps dan kabel yang digunakan adalah serat optik.

E. ATM (Asynchcronous Transver Mode)
Protokol ini merupakan protokol jaringan yang mendukung transmisi data yang berbetuk gambar atau video. ATM umumnya digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih jaringan Local Area Network (LAN). ATM bekerja dengan mentransmisikan data dengan menggunakan metode akses ke dalam satu paket. Topologi yang digunakan adalah topologi star dengan menggunakan kabel twisted pair atau serat optik. ATM sudah banyak digunakan oleh para ISP (Internet Setvice Provider) untuk meningkatkan kecepatan akses internet. Kecepatan transmisi datanya 155 s.d 2488 Mbps.

3.2 Memahami penyambungan internet melalui ISP


ISP (Internet Service Provider) adalah perusahaan atau badan usaha yang menjual atau penyedia jasa koneksi internet kepada pelanggan. 
Sekarang, dengan perkembangan teknologi ISP itu berkembang tidak hanya dengan menggunakan jaringan telepon tapi juga menggunakan teknologi seperti fiber optic dan wireless.

3.3 Memahami Pengalamatan Jaringan

IP addressing dan subnetting adalah dua faktor penting dalam memanajemen dan merancang suatu desain jaringan komputer. IP address dirancang untuk memungkinkan host dalam suatu netwok dapat berkomunikasi dengan host lain dalam network yang berbeda.

Selain dua faktor tersebut terdapat beberapa faktor lain yang perlu dipertimbangkan dalam mendesain jaringan, diantaranya : faktor geografis, topologi jaringan yang digunakan, peralatan yang dipakai, biaya yang dibutuhkan, sumber daya manusia yang dimiliki untuk membangun dan merawat desain jaringan sehingga sistem dapat terus diberdayakan.

Berbagai macam faktor pendukung di atas saling memiliki keterikatan dan tidak mungkin dipisahkan. Proses penetapan IP address di setiap host merupakan proses yang sangat mudah dilakukan, cukup
dengan menentukan pilihan kelas IP addres dan netmask host telah memiliki IP address yang kemudian dapat digunakan untuk berkomunikasi dengan host lain di dalam satu jaringan maupun jaringan yang lain.

Proses tersebut dilakukan tanpatanpa memperhatikan pertumbuhan jaringan di masa yang akan datang. Pertumbuhan jaringan dapat terjadi pada jumlah jaringan atau jumlah host di setiap network. Jika hal ini terjadi maka dapat menyebabkan beberapa hal :
1. Lalu lintas jaringan jadi sulit terpantau sehingga berakibat pada unjuk kerja jaringan yang semakin lama berkurang sampai akhirnya dapat menyebabkan jaringan tidak dapat digunakan.
2. Kesulitan dalam memanajemen jaringan.
3. Pemborosan IP address sering terjadi, hal ini disebabkan oleh kurangnya perhatian  dalam penentuan IP address network dan IP address host dalam network tersebut.

Skema  pengalamatan IP address menggunakan metode subnetting.  Subnetting adalah proses pemecahan jaringan besar menjadi jaringan-jaringan yang lebih kecil. Subnetting akan menentukan hal-hal yang diperlukan dalam mendesain IP addres suatu jaringan, seperti:
1. Jumlah network yang diperlukan
2. Jumlah host yang diperlukan per sub jaringan.
3. Subnet-subnet yang valid
4. Alamat broadcast untuk setiap subnet
5. Range host yang valid.

Pengalamatan IP

IP address terdiri dari bilangan 32 bit bilangan biner yang dibagi atas 4 oktet..
Setiap oktet terdiri atas 8 bit. Jangkauan IP address yang dapat digunakan adalah dari
00000000.00000000.00000000.00000000 sampai dengan 11111111. 11111111.11111111.11111111.

IP Address biasanya direpresentasikan dalam bilangan desimal. Range address di atas dapat diubah menjadi address 0.0.0.0 sampai address 255.255.255.255.

Kelas-kelas IP Address
TCP/IP membagi kelas IP menjadi 5, yaitu:
1. Kelas A
8 bit pertama merupakan bit network sedangkan 24 bit terakhir merupakan bit host.
2. Kelas B 16 bit pertama merupakan bit network sedangkan 16 bit terakhir merupakan bit host.
3. Kelas C 24 bit pertama merupakan bit network sedangkan 8 bit terakhir merupakan bit host.
4. Kelas D Kelas D digunakan untuk multicast address, yakni sejumlah komputer yang memakai bersama suatu aplikasi. Penggunaan multicast address yang sedang berkembang saat ini adalah
aplikasi real-time video conference yang melibatkan lebih dari dua host (multipoint), menggunakan Multicast Backbone (MBone).
5. Kelas E Kelas E (4 bit pertama adalah 1111 atau sisa dari seluruh kelas). Pemakaiannya dicadangkan untuk kegiatan eksperimental

.