Melayani Dengan Nurani

IA

Berubah tanpa ilmu adalah perubahan sia-sia

Yang abadi dalam kehidupan di dunia adalah perubahan, dengan ilmu perubahan menjadi terarah.

Orang cerdas itu adalah orang yang berencana untuk besok hari

Maka disiplin adalah bagian dari rencana.

29 Januari 2019

ARE YOU HAPPY ?


ARE YOU HAPPY ?

Apa sih tujuan hidup manusia di dunia ini ? Saya muslim namun dahulu jarang sekali buka kitab Al qur’an, alih-alih malah sibuk mencari uang demi kebutuhan hidup sehari-hari. Ada dorongan tersembunyi, keinginan untuk jadi orang yang kaya, agar dengan kekayaan itu maka kebahagian akan mudah didapat. Seiring berjalannya waktu, saya menyaksikan bahwa kekayaan ternyata tidak menjamin kebahagian suatu keluarga. Alhamdulillah, saya sampai saat sekarang belum menjadi orang kaya secara material. Namun rasanya cukup bahagia, dan terus untuk berupaya mencapai kebahagiaan dan ikut bahagia saat orang lain bahagia.
Apa itu bahagia ? Apakah bahagia itu sama dengan kesenangan dan kenikmatan. Lalu apa beda bahagia dengan senang ? Beda bahagia dengan senang itu, kalau bahagia itu tidak perlu cape, kalau (ke)senang(an) biasanya cape dan ada bosannya.
Contohnya : Orang kaya dapat bersenang-senang keliling dunia mencari tempat hiburan, namun belum tentu bahagia, sepulang dari keliling dunia sudah pasti cape. Sebaliknya seorang ibu atau bapaknya melihat anaknya yang sukses mencapai karir atau prestasi tertentu, ia tentunya akan bahagia.

Ada pengalaman traumatik, mengapa dulu saya menjauhi membaca Al qur’an. Momentum ini terjadi karena melihat kejadian pada adik saya yang lancar dan mahir dalam membaca Al qur’an numun perilakunya menjadi aneh, tidak umum dan lumrah dengan manusia pada umumnya.
Pencarian jati diri ini membuat saya masuk kedalam suatu Thareqat. Pas mau masuk ditanya terlebih dahulu, apa tujuan masuk thareqat ? Saya jawab ingin mensucikan diri. Kemudian diluruskan oleh Guru Tuduh Jalan, bahwa tujuan thareqat itu adalah mengejar dalil “Innalilahiwainnailaihi rojiun”, asal dari Allah kembali ke Allah. Kalau ingin mengejar ilmu kesucian itu bisa masuk ke semacam pengajian hikmah seperti di Darut Tauhid pimpinan Aa Gym.
Jadi inget filem Matrix, saat Tuan Anderson harus memilih pil biru atau pil merah.
Jika memilih pil merah, anda akan masuk ke sistem dunia yang rutin, monoton dan diatur oleh berbagai sistem. Sedangkan jika memilih pil biru, anda akan memasuki dunia yang diibaratkan memasuki dunia “Alice's Adventures in Wonderland”, masuk ke lubang kelinci dimana di dalamnya ada berbagai imajinasi dan aneka serba kemungkinan yang tidak monoton, dunia cahaya. Tuan Anderson memilih pil biru dan berubah menjadi Neo.

Mempelajari agama itu ada dua jalan, yaitu jalan dari atas ke bawah, dan dari bawah ke atas, kata ikhwan senior. Kalau jalan dari atas, itu mempelajari soal hakekat lalu turun ke syareat. Kalau dari bawah ke atas, mempelajari syareat lalu naik ke hakekat. Jalan dari atas, itu jalan singkat, belajar “Mi’raj” dulu lalu turun ke bawah mempelajari realitas yang ada di masyarakat. Jalan dari bawah, membaca dan mempelajari realitas di masyarakat dengan pedoman dan patokan ayat Al qur’an dan hadits lalu berharap dapat meningkat ke alam hakekat, namun jalan ini berat dan rumit bisa jadi salah niat itikad dan tak sampai apa yang ingin dituju atau diharap.

Damain dan bahagia, itu tujuan semua umat manusia. Apakah kita sudah pada jalur yang benar, “on the track record”. Tentu berbeda jalan atau cara atau kriteria untuk mencapai tujuan tersebut. Sebagai umat Nabi Muhammad untuk mudahnya tentu berpatokan pada Al Qur’an. Ada petunjuk kriteria atau alat ukurnya, sehingga diri kita sendiri dapat mengukur sampai dimana pencapaiannya. Firman Allah yang disampaikan malaikat Jibril pada Nabi Muhammad, kriteria bahagia itu meliputi aspek-aspek sebagai berikut. Siapa saja itu ? Mereka yang shalatnya khusyu, mereka yang menghindari perbuatan yang tidak berguna atau tidak memberi bermanfaat, mereka yang memberi zakat, mereka yang menjaga kehormatan atau martabat, mereka yang menjaga amanat dan memelihara sholatnya. Mereka-mereka Inilah yang kelak akan mewarisi Firdaus yang kekal. Semoga kita semua layak mendapat kebahagiaan. Amiin YRA. Happy New Year 2019.




1. قَدْ اَفْلَحَ الْمُؤْمِنُوْنَ ۙ

qad aflaḥal-mu`minụn

Berbahagialah orang mukmin,

2. الَّذِيْنَ هُمْ فِيْ صَلٰو تِهِمْ خَاشِعُوْنَ

allażīna hum fī ṣalātihim khāsyi'ụn
orang yang khusyuk dalam salatnya,

3. وَالَّذِيْنَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُوْنَ ۙ

wallażīna hum 'anil-lagwi mu'riḍụn

dan orang yang menjauhkan diri dari yang tidak berguna,

4. وَالَّذِيْنَ هُمْ لِلزَّكٰوةِ فَاعِلُوْنَ ۙ

wallażīna hum liz-zakāti fā'ilụn

dan orang yang menunaikan zakat,

5. وَالَّذِيْنَ هُمْ لِفُرُوْجِهِمْ حٰفِظُوْنَ ۙ

wallażīna hum lifurụjihim ḥāfiẓụn

dan orang yang memelihara kemaluannya,

6. اِلَّا عَلٰٓى اَزْوَاجِهِمْ اَوْ مَا مَلَكَتْ اَيْمَانُهُمْ فَاِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُوْمِيْنَۚillā 'alā azwājihim au mā malakat aimānuhum fa innahum gairu malụmīn

kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka tidak tercela.

7. فَمَنِ ابْتَغٰى وَرَاۤءَ ذٰلِكَ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْعٰدُوْنَ ۚfa manibtagā warā`a żālika fa ulā`ika humul-'ādụn

Tetapi barang siapa mencari di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.

8. وَالَّذِيْنَ هُمْ لِاَمٰنٰتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُوْنَ ۙ

wallażīna hum li`amānātihim wa 'ahdihim rā'ụn

Dan orang yang memelihara amanat-amanat dan janjinya,

9. وَالَّذِيْنَ هُمْ عَلٰى صَلَوٰتِهِمْ يُحَافِظُوْنَ ۘwallażīna hum 'alā ṣalawātihim yuḥāfiẓụn

serta orang yang memelihara salatnya.

10. اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْوَارِثُوْنَ ۙulā`ika humul-wāriṡụn

Mereka itulah orang yang akan mewarisi,

11. الَّذِيْنَ يَرِثُوْنَ الْفِرْدَوْسَۗ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ

allażīna yariṡụnal-firdaụs, hum fīhā khālidụn

yang akan mewarisi Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.





------------oOOo----------------