Melayani Dengan Riang Gembira

dan DOA

Cari di Blog Ini

Berubah tanpa ilmu adalah perubahan sia-sia

Yang abadi dalam kehidupan di dunia adalah perubahan, dengan ilmu perubahan menjadi terarah.

Orang cerdas itu adalah orang yang berencana untuk besok hari

Maka disiplin adalah bagian dari rencana.

22 Mei 2020

Tutup Medsos !


Di China tidak ada kebebasan pers efeknya medsos seperti WA, Facebook, Youtube dan Google tidak diizinkan tayang di negeri tirai bambu itu.  

Informasi betul betul di kontrol dan diatur sehingga tercegah  adanya simpang siur berita atau pun kabar hoax. 

Beda dengan di Indonesia, hampir tak ada pembatasan informasi via internet.

Di Indonesia, budaya literasi (baca tulis) sangat rendah, budaya baca  terendah dari negara negara  yang ada di dunia, belum melek budaya baca, apalagi menulis. 

Kemudian  dengan kemajuan IT, masing masing orang mempunyai perangkat media /gadget, lalu jadilah setiap orang jurnalis abal abal tanpa memahami prinsip dasar dalam membuat berita / news.

Kondisi budaya yang masih kuat dalam tutur kata, dan kurang dalam budaya membaca rawan sekali terhadap gosip, isu, atau berita tanpa check dan rechek yang penting HEBOH.

Prinsip jurnalistik yang benar itu mengandung elemen 5W dan 1 H.

Kebijakan menutup media sosial sebagai penyebar berita itu ibaratnya menutup banjir bandang informasi sampah dengan karung goni berisi pasir.

Pendidikan kursus jurmalistik perlu digalakkan oleh pemerintah maupun oleh  lembaga swasta.

Dulu saya beruntung pernah ikut kursus jurnalistik yang dilakukan oleh Galamedia/Pikiran Rakyat di Banceuy.
Pemateri nya pa Enton Supriatna Sind, H. Budhiana Kartawijaya, dan Jahrudin Priyanto.  

Dari hal ini saya dapat merasakan sekali betapa hancurnya penyebaran berita via media sosial sekarang ini yang mengandung banyak berita atau kabar kabur,  kabar burung alias hoax secara sistematis, masif dan terstruktur.

Media cetak/koran dan majalah malahan ditinggalkan orang, dan setiap orang   sekarang ini dapat menjadi juru kabar berita(jurnalis)  tanpa dibekali ilmu jurnalistik.

Meskipun jengkel dan kewalahan dalam menangkal banjirnya kabar sampah, pemerintah tidak perlu lah menutup media sosial,. 

Tindakan yang perludilakukan adalah membentuk wadah atau komisi khusus penanggulangan virus hoax. 

Langkah lainnya, pemerintah melalui KEMINFO,  menyelenggarakan kursus jurnalistik untuk mencetak netizen netizen kompeten, demi melawan zombie medsos.

Panduan Pola Sekolah Baru

Panduan umum pelaksanaan pola sekolah baru

1. Proses skrining kesehatan bagi guru dan karyawan sekolah

Karyawan dengan obesitas, diabetes, penyakit jantung, paru dan pembuluh darah, kehamilan, kanker, atau daya tahan tubuh lemah atau menurun, tidak disarankan untuk mengajar atau bekerja di sekolah.
Golongan-golongan tersebut dapat diberikan opsi work from home (WFH).

2. Skrining zona lokasi tempat tinggal

Melakukan identifikasi zona tempat tinggal guru dan karyawan. Jika tinggal di zona merah disarankan bekerja di lokasi sekolah dekat tempat tinggalnya.

3. Lakukan test Covid-19

Test disarankan dengan metode RT-PCR sesuai standar WHO.Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto mengungkapkan tes pemeriksaan corona yang sesuai standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) adalah dengan metode Real Time PCR.

Dirinya menyebut metode pemeriksaan antibodi melalui Rapid Test bukan merupakan standar WHO.

"Pemeriksaan sampel yang jadi standar WHO dalam pengelolaan pandemi Covid-19 adalah pemeriksaan antigen dengan menggunakan metode Real Time PCR bukan pemeriksaan antibodi lewat Rapid Test," ujar Achmad Yurianto di Kantor BNPB, Jakarta, Kamis (23/4/2020).

Jika secara teknis terdapat keterbatasan biaya atau reagen maka dapat dilakukan opsi pooling test dengan jumlah sampel kurang dari 30.

4. Guru dan karyawan yang telah lolos tahapan skrining diberi tanda
Bagi guru dan karyawan yang telah lolos tahapan skrining untuk Covid-19, maka dapat diberikan tanda.

5. Sosialisasi virtual
Seminggu sebelum kegiatan belajar mengajar diberlakukan, lakukan sosialisasi virtual pola baru ke orang tua, siswa, guru, dan staf sekolah.

6. Atur waktu kegiatan belajar mengajar
Waktu kegiatan belajar diatur agar tidak bersamaan dengan waktu padat lalu lintas dan dikurangi durasi di sekolah.

7. Data dan cek kondisi
Guru kelas terpilih wajib mendata dan cek kondisi siswa dan orang tua siswa secara virtual sebagai skrining awal.
Siswa atau orang tua siswa yang sakit diberikan keringanan tetap belajar di rumah hingga dokter menentukan sehat.

8. Posisi duduk
Pengaturan posisi duduk di ruang kelas dan ruang guru minimal berjarak 1,5 meter. Bila memungkinkan pakai pembatas plastik.

9. Guru tidak berpindah kelas
Guru kelas diupayakan tetap atau tidak berpindah kelas.

10. Menjaga jarak

Guru tetap menjaga jarak dari siswa dan tidak mobile.

Panduan khususnya bisa dilakukan dalam proses KBM (kegiatan belajar mengajar) yaitu setiap guru mempunyai channel Youtube mengenai materi yang akan disampaikan ke siswa.

Di Sekolah, siswa tinggal melakukan praktek  saja.