Melayani Dengan Nurani

IA

31 Juli 2020

Pengertian Algoritma

Asal usul

Ditinjau dari asal-usul katanya, kata Algoritma berasal dari kata algorism yang berarti proses menghitung dengan angka arab. 

Seseorang dikatakan algorist jika ia menghitung menggunakan angka Arab. Para ahli bahasa berusaha menemukan asal kata ini namun hasilnya kurang memuaskan. 

Akhirnya para ahli sejarah matematika menemukan asal kata tersebut yang berasal dari nama penulis buku Arab yang terkenal yaitu Abu Ja’far Muhammad Ibnu Musa Al-Khuwarizmi



Al-Khuwarizmi dibaca orang barat menjadi algorism. 

Al-Khuwarizmi menulis buku yang berjudul Kitab Al Jabar Wal-Muqabala yang artinya “Buku pemugaran dan pengurangan” (The book of restoration and reduction). 

Dari judul buku itu juga diperoleh akar kata “aljabar” (algebra). Perubahan kata dari algorism menjadi algorithm muncul karena kata algorism sering dikelirukan dengan arithmetic, sehingga akhiran –sm berubah menjadi –thm. 

Karena perhitungan dengan angka Arab sudah menjadi hal yang biasa, maka lambat laun kata algorithm berangsur-angsur dipakai sebagai metode perhitungan (komputasi) secara umum, sehingga kehilangan makna kata aslinya. Dalam bahasa Indonesia, kata algorithm diserap menjadi algoritma.

Jadi, definisi dari algoritma adalah “urutan langkah-langkah logis penyelesaian masalah yang disusun secara sistematis.”

syarat kondisi awal yang harus dipenuhi sebelum menjalankan algoritma.

Definisi masalah atau problem adalah perbedaan antara kondisi yang terjadi dan kondisi yang diharapkan atau boleh juga diartikan sebagai perbedaan antara kondisi sekarang dengan tujuan yang diinginkan.

Gejala berbeda dengan masalah.


Gejala adalah indikator terjadinya masalah, misalnya seorang dokter dalam usaha mengobati penyakit pasien selalu bertanya dulu tentang gejala-gejala yang dirasakan pasien kemudian menyimpulkan bahwa pasien menderita penyakit tertentu dan menentukan obat yang tepat. Pusing, demam, batuk, dan

pilek merupakan gejala atau tanda dari penyakit flu. Apabila dokter hanya memberi obat sakit kepala, maka penyakit flu tidak akan sembuh. Satu masalah mungkin memiliki satu gejala tetapi mungkin juga lebih.

Hubungan pengertian "masalah dan gejala" dengan RPL disebabkan "perangkat lunak" merupakan hasil dari RPL sebagai alat bantu yang digunakan untuk menyelesaikan tugas / masalah tertentu. Apabila kita tidak mengetahui dengan benar masalahnya mustahil kita dapat menentukan bagaimana menyelesaikannya.

Untuk mengetahui dengan baik masalah, maka pengetahuan tentang gejala dari masalah menjadi sangat penting. Seorang programmer bila ingin membuat program Rugi Laba harus belajar dan memahami apa yang dinamakan akuntansi.

Tipe-tipe masalah.


1. Masalah pemenuhan standar

Tipe masalah dalam kelompok ini adalah masalah-masalah yang berhubungan dengan pencapaian standar/patokan yang telah ditentukan atau ditetapkan dalam sebuah organisasi.

Standar atau patokan minimal yang ditetapkan oleh suatu masyarakat atau organisasi. Standar yang tinggi menuntut kompetensi dan kapasitas yang tinggi untuk memenuhinya, sebaliknya standar yang rendah menghasilkan kualitas yang rendah pula.

2. Masalah pemilihan alternative

Masalah dalam kelompok ini berhubungan dengan bagaimana memilih solusi terbaik dari berbagai alternative/pilihan berdasarkan kriteria-kriteria tertentu.

Permasalahan ini seringkali kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, seperti bagaimana memilih sekolah yang tepat, memilih lokasi tempat tinggal, memilih bidang pekerjaan. Masing-masing alternatif dan kriteria memiliki bobot yang telah disepakati.

3. Masalah pemenuhan kepuasan/selera konsumen

Pada organisasi-organisasi yang bersifat profit (mencari keuntungan), masalah-masalah pada kelompok ini merupakan tipe yang seringkali muncul. Konsumen memiliki berbagai macam keinginan yang satu sama lain berbeda.

Memenuhi seluruh keinginan konsumen sangat tidak mungkin dan sangat memberatkan sebuah organisasi. Oleh karena itu perlu dicari pemecahan yang sama-sama menguntungkan, baik bagi konsumen maupun organisasi tersebut.

4. Masalah pencapaian tujuan

Tipe ini mirip dengan tipe pertama (masalah pemenuhan standar). Yang berbeda adalah, pada tipe ini tujuan yang ingin dicapai dapat berubahubah dan bersifat jangka pendek.

Cara Penulisan Algoritma

Ada tiga cara penulisan algoritma, yaitu :

1. Structured English (SE) / Structured Indonesian (SI)

SE merupakan alat yang cukup baik untuk menggambarkan suatu algoritma. Dasar dari SE adalah Bahasa Inggris, namun kita dapat memodifikasi dengan Bahasa Indonesia sehingga kita boleh menyebutnya sebagai Structured Indonesian (SI). Algoritma yang pada dasarnya adalah menggunakan bahasa sehari-hari, maka SE atau SI lebih tepat untuk menggambarkan suatu algoritma yang akan dikomunikasikan kepada pemakai perangkat lunak.

2. Pseudocode

Pseudocode mirip dengan SE. Karena kemiripan ini kadang-kadang SE dan Pseudocode dianggap sama. Pseudo berarti imitasi atau tiruan atau menyerupai, sedangkan code menunjuk pada kode program.Sehingga pseudocode adalah kode yang mirip dengan instruksi kode program sebenarnya. Pseudocode didasarkan pada bahasa pemrograman yang sesungguhnya seperti BASIC, FORTRAN atau PASCAL. Pseudocode yang berbasis bahasa PASCAL merupakan pseudocode yang sering digunakan. Kadang-kadang orang menyebut pseudocode sebagai PASCAL-LIKE algoritma.

3 Flowchart

Flowchart atau bagan alir adalah skema/bagan (chart) yang menunjukkan aliran (flow) di dalam suatu program secara logika. Flowchart merupakan alat yang banyak digunakan untuk menggambarkan algoritma dalam bentu notasi-notasi tertentu. Secara lebih detil bagian ini akan dibahas pada bagian berikutnya.

Pengelompokkan struktur proses dalam algoritma !


• Proses urutan (sequence)/runtunan

– Prosedur proses dalam algoritma yang dilakukan secara urut langkah demi langkah.
– Sebuah urutan terdiri dari satu atau lebih instruksi. Tiap instruksi dilaksanakan secara berurutan sesuai dengan urutan pelaksanaan, artinya suatu instruksi akan dilaksanakan setelah instruksi sebelumnya telah selesai dilaksanakan.

• Proses penyeleksian/percabangan (selection)

– Suatu instruksi dikerjakan jika suatu kondisi tertentu dipenuhi. Dengan adanya proses ini maka ada kemungkinan beberapa jalur aksi yang berbeda berdasarkan kondisi yang ada.

• Proses pengulangan (looping) atau iterasi

– Suatu proses melakukan eksekusi suatu program secara berulang-ulang pada suatu blok instruksi tertentu yang terkendali



Reactions:

0 comments:

Posting Komentar

Nuhun sudah komentar