Melayani Dengan Nurani

IA

15 Agustus 2020

Memahami konsep pemrograman berorientasi obyek


Pemrograman Java merupakan pemrograman berorientasi objek.  Pemrograman berorientasi objek (Inggris: object-oriented programming disingkat OOP) merupakan paradigma pemrograman yang berorientasikan kepada objek.

Pemrograman  java mendefinisikan tipe data dari sebuah struktur data dan jenis operasi (fungsi) yang dapat diterapkan pada struktur data. Dengan cara ini, struktur data menjadi objek yang meliputi data dan fungsi.

Selain itu, pemrogram dapat membuat hubungan antara satu objek dengan objek lainnya. Sebagai contoh, objek dapat mewarisi karakteristik dari objek lain.

Object adalah gabungan antara beberapa data dan fungsi yang masing-masing bekerja bersama-sama dan tidak dapat dipisahkan. Gabungan dari data dan fungsi tersebut akan membentuk suatu object-object yang aktif. Dari kumpulan beberapa object yang sama akan membentuk struktur baru yang disebut class.

Konsep dasar object (object Oriented) meliputi tiga hal :
  1. Is Identical (because Object has own unique ID), yaitu object tersebut mempunyai identitas tersendiri dapat dibedakan dengan yang lain
  2. Has Behavior (because Object has Method), yaitu object itu mempunyai cara, aturan, prilaku atau sifat-sifat yang khusus tertentu.
  3. Has State (because Object has instance parameter), object mempunyai keadaan tertentu yang dapat menerima masukan dengan suatu ukuran tertentu
Secara umum relasi suatu object dengan object yang lain dapat dibedakan menjadi tiga dasar hubungan yaitu
  1. Is-a (Generalization, Realization: Inheritance).: Hubungna secara umum, sifat bawaan
  2. Has-a (Association) : Mempunyai asosiasi yang sama. 
  3. Others (Association , Dependency) : Mempunyai keterkaitan
Setiap objek mempunyai sifat yang melekat pada identitasnya, sehingga dua objek dapat berbeda walaupun semua nilai atributnya identik.

contoh : Singa merupakan objek dari binatang buas, Manusia merupakan objek dari makhluk hidup ciptaan Allah SWT, keyboard merupakan objek dari perangkat keras komputer, mobil merupakan objek dari alat transportasi. 


Klasifikasi berarti suatu kegiatan mengumpulkan data (atribut) dan prilaku (operasi) yang mempunyai struktur data sama ke dalam satu grup yang disebut Class. Sesuai dengan contoh di atas maka hewan buas, makhluk hidup, komputer, dan alat transportasi adalah contoh dari Class.

Perbandingan Pemrograman Berorientasi Obyek dengan Pemrograman Terstruktur


Jenis paradigma dalam bahasa pemrograman meliputi 4 hal yaitu:
  • Pemrograman tidak terstruktur atau Programming Monolithic
  • Pemrograman prosedural
  • Pemrograman struktural
  • Pemrograman Berorientasi Objek
Pemrograman tidak terstruktur atau Programming Monolithic :
  1. Seluruh permasalahan ini diselesaikan sebagai blok tunggal.
  2. Semua data bersifat global dan tidak ada keamanan.
  3. Perintah melompat diperbolehkan dengan perintah jump dan banyak menggunakan perintah go to
  4. Cocok untuk permasalah kecil.
  5. Sulit untuk melacak kesalahan program
Contoh bahasa pemrograman yang termasuk dalam Programming Monolithic adalah Assembly Language, BASIC.

Pemrograman prosedural
  1. Masalah yang diberikan dibagi dalam beberapa sub masalah tergantung pada fungsinya.
  2. Sub masalah disebut prosedur atau Metode.
  3. Prosedur apapun dapat dipanggil pada setiap saat selama pelaksanaan program.
  4. Program ini memiliki variabel global dan lokal


Fitur Pemrograman berorientasi prosedur:
  1. Program besar yang terbagi dalam fungsi kecil atau Prosedur.
  2. Menggunakan Pendekatan pemrograman Top-Down.
  3. Data bergerak bebas dari satu fungsi ke yang lain.
  4. Sebagian besar fungsi berbagi data umum.
  5. Penekanan diberikan untuk algoritma.
Pemrograman Terstruktur
  1. Program ini dibagi menjadi modul dan modul tersebut kemudian dibagi menjadi fungsi.
  2. Penggunaan Pernyataan goto dihapus atau dikurangi.
  3. Setiap modul dapat bekerja independen satu sama lain.


Paradigma Pemrograman Berorientasi Objek
  1. Program ini dibagi menjadi jumlah unit kecil yang disebut Object.
    Data dan fungsi merupakan properti objek.
  2. Data dari objek hanya dapat diakses oleh fungsi yang terkait dengan objek tersebut.
  3. Fungsi satu objek dapat mengakses fungsi objek lain.
Fitur pemrograman berorientasi obyek
  1. Penekanan diberikan pada data daripada prosedur.
  2. Masalah dibagi menjadi obyek.
  3. Struktur data dirancang sedemikian rupa sehingga mereka mengatur objek.
  4. Data dan fungsi yang diikat bersama-sama.
  5. Penyembunyian data adalah mungkin.
  6. Data baru dan fungsi dapat dengan mudah dibuat.
  7. Obyek dapat berkomunikasi satu sama lain dengan menggunakan fungsi.
  8. Pendekatan bottom-up yang digunakan dalam membuat program
Perbedaan/perbandinga program strukural/prosedural dengan program Java

Pemrograman terstruktur
  • Pendekatan top-down 
  • Fokus adalah pada algoritma dan kontrol aliran.Pemrograman 
  • Program dibagi menjadi beberapa sub modul atau fungsi atau prosedur. 
  • Fungsi yang independen satu sama lain. 
  • Tidak ada penerima yang ditunjuk dalam panggilan fungsi. 
  • Data dan fungsi sebagai dua entitas yang terpisah Views.
  • Pemeliharaan mahal. 
  • Reuse Software tidak mungkin. 

Pemrograman Java Berorientasi Obyek
  • Pendekatan bottom-up yang diikuti. 
  • Fokus pada model objek. 
  • Program ini diselenggarakan dengan memiliki sejumlah kelas dan objek.
  • Setiap kelas berhubungan secara hirarkis. 
  • Ada penerima yang ditunjuk untuk setiap lewat pesan. 
  • Data dan fungsi sebagai satu kesatuan pandangan. 
  • Pemeliharaan relatif lebih murah. 
  • Membantu dalam penggunaan kembali perangkat lunak. 
Reactions:

0 comments:

Posting Komentar

Nuhun sudah komentar