Melayani Dengan Riang Gembira

dan DOA

Cari di Blog Ini

Berubah tanpa ilmu adalah perubahan sia-sia

Yang abadi dalam kehidupan di dunia adalah perubahan, dengan ilmu perubahan menjadi terarah.

Orang cerdas itu adalah orang yang berencana untuk besok hari

Maka disiplin adalah bagian dari rencana.

Tampilkan postingan dengan label Java Android. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Java Android. Tampilkan semua postingan

10 Desember 2020

Use Case Diagram

Use case mendeskripsikan sebuah interaksi antara satu atau lebih actor dengan sistem informasi yang akan dibuat. Secara kasar, use case digunakan untuk mengetahui fungsi apa saja yang ada didalam sebuah sistem informasi dan siapa saja yang berhak menggunakan fungsi-fungsi itu.

Menurut Rosa dan M. Shalahuddin (2011: 130) mengungkapkan: “Use case merupakan pemodelan untuk melakukan (behavior) sistem informasi yang akan dibuat. Use case mendeskripsikan sebuah interaksi antara satu atau lebih aktor dengan sistem informasi yang akan dibuat.”

Menurut M. Rosidi Zamroni, dkk (2013: 490) mengungkapkan bahwa:

“Use case diagram menggambarkan fungsionalitas yang diharapkan dari sebuah sistem yang menjelaskan keseluruhan kerja sistem secara garis besar dengan mempresentasikan interaksi antara aktor yang dibuat, serta memberikan gambaran fungsi-fungsi pada sistem tersebut.”

Jadi, dapat disimpulkan bahwa Use Case adalah langkah-langkah atau urutan kegiatan yang dilakukan aktor dan sistem informasi yang akan dibuat. Berikut ini adalah tabel simbol atau lambang yang digunakan dalam membuat use case yaitu:



Bahasa XML

XML adalah singkatan dari eXtensible Markup Language. Bahasa markup adalah sekumpulan aturan-aturan yang mendefinisikan suatu sintaks yang digunakan untuk menjelaskan, dan mendeskripsikan teks atau data dalam sebuah dokumen melalui penggunaan tag.

XML adalah sebuah bahasa markup yang digunakan untuk mengolah meta data (informasi tentang data) yang menggambarkan struktur dan maksud/tujuan data yang terdapat dalam dokumen XML, namun bukan menggambarkan format tampilan data tersebut. XML adalah sebuah standar sederhana yang digunakan untuk medeskripsikan data teks dengan cara self-describing (deskripsi diri).

Extensible Markup Language (XML) adalah bahasa markup yang diciptakan oleh konsorsium World Wide Web (W3C). Bahasa ini berfungsi untuk menyederhanakan proses penyimpanan dan pengiriman data antarserver.

Apa Perbedaan XML dengan HTML?

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, fungsi utama XML adalah untuk menyimpan dan mengirimkan data. Sedangkan fungsi utama HTML adalah untuk menampilkan data.

Selain itu, Anda bisa menggunakan tag apapun di XML. Lain halnya dengan HTML yang membutuhkan tag-tag khusus (predefined tags) untuk menjalankan fungsinya.

Untuk melihat perbedaan XML dan HTML secara lebih jelas, mari kita lihat cara keduanya mendeskripsikan konten yang sama. 

Pertama-tama, berikut adalah cara HTML menampilkan data:

<html>
<head>
<title>judul</title>
</head>
<body> 
 <h1>Daftar Produk PT.A</h1> 
 <h2>Produk Pertama</h2> 
 <p>Produk pertama dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh</p> 
 <p><b>Harga: Rp. 20.000</b></p> 
 <p><b>Ongkir: Rp. 5000</b></p>
</body>
</html>

Seperti yang Anda lihat, HTML menggunakan tag-tag khusus seperti <h1>, <h2>, atau <p> untuk mendefinisikan struktur kontennya. 

Selain itu, Anda juga bisa melihat bagaimana datanya akan ditampilkan. Contohnya pada bagian harga dan ongkir, ada tag <b> yang membuat datanya tampil dalam bentuk cetak tebal (bold).
Sekarang, mari kita lihat gambaran isi file XML:

<productlisting title:”Daftar Produk PT.A”> 
 <product> 
  <nama>Produk Pertama</nama> 
  <deskripsi>Produk pertama meningkatkan daya tahan tubuh</deskripsi> 
  <harga>Rp. 20.000</harga> 
  <ongkir>Rp. 5000</ongkir>
 </product>
</productlisting>

Jadi, Anda bisa melihat isi konten dari tagnya.

Contohnya seperti <nama>, <deskripsi>, dan <harga>. Ini juga menunjukkan bahwa Anda bebas menentukan tag apapun.

Akan tetapi, tak ada satupun tag yang terkait dengan tampilan konten. 
Untuk mempermudah pemahaman, berikut adalah tabel perbandingan XML dengan HTML:

XML
Berfungsi untuk menyimpan dan mengirimkan data.
Bebas menggunakan tag yang Anda buat sendiri.

HTML  
Berfungsi untuk menampilkan data.
Harus menggunakan tag-tag tertentu untuk menjalankan fungsinya.


Berikut ini adalah contoh sebuah struktur dokumen XML:


<?xml version="1.0" encoding="ISO-8859-1"?>   Standard Header

<email> Elemen root

 

<to>Andi </to>

 

<from>Yadi Utama</from>

Elemen child

<subject>Hallo</subject>

 

<message>Selamat Pagi…</message>

 

</email>

Baris pertama pada dokumen XML di atas adalah deklarasi standar header yang mendefinisikan versi XML dan karakter encoding yang digunakan dalam dokumen XML. Dalam dokumen ini, XML mengacu pada versi 1.0 dan menggunakan standar encoding karakter set ISO-8859-1 (Latin-1/West European).

Baris selanjutnya menggambarkan elemen induk (root) dokumen “<email>..</email>”, sebagaimana bahwa “Dokumen ini adalah sebuah Email”. Kemudian baris ke 3-6 menggambarkan elemen anak (child) dari elemen induk dokumen. Tag pada dokumen XML bersifat case sensitif di mana tag pembuka dan tag penutup harus ekivalen. Seperti contoh tag pembuka “<email>” harus ditutup dengan tag “</email>”.

Sedangkan untuk struktur bahasa XML pada Android digunakan untuk membangun layout yang akan dijadikan tampilan aplikasi pada Android. Berikut ini adalah contoh sebuah struktur XML pada Android:

 

<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>

                 <LinearLayout xmlns:android="http://schemas.android.com/apk/res/android"

                 android:orientation="vertical"

                 android:layout_width="fill_parent"

                 android:layout_height="fill_parent"/>

 

<EditText

                 android:layout_width="fill_parent"

                 android:layout_height="wrap_content"

                 android:id="@+id/txtInput"

                 android:layout_gravity="center_horizontal"

                />

         

                <Button

                 android:layout_width="150px"

                 android:layout_height="wrap_content"

                 android:id="@+id/btnInput"

                 android:layout_gravity="center_horizontal"

                 android:text="Tampilkan"

                 />

 

<TextView

                 android:layout_width="fill_parent"

                 android:layout_height="wrap_content"

                 android:id="@+id/txtHasil"

                 android:gravity="center_horizontal"

                 android:typeface="sans"

<TextView

                 android:layout_width="fill_parent"

                 android:layout_height="fill_parent"

                 android:gravity="center_horizontal"

                 android:typeface="sans"

                 />

</LinearLayout>