Melayani Dengan Riang Gembira

dan DOA

Cari di Blog Ini

Berubah tanpa ilmu adalah perubahan sia-sia

Yang abadi dalam kehidupan di dunia adalah perubahan, dengan ilmu perubahan menjadi terarah.

Orang cerdas itu adalah orang yang berencana untuk besok hari

Maka disiplin adalah bagian dari rencana.

12 Oktober 2020

Pembuatan Interface

Indikator Pencapaian Kompetensi dan Tujuan Pembelajaran

IPK Pengetahuan

  1. Menjelaskan konsep interface dari kumpulan class dalam PBO.
  2. Menjelaskan prosedur pembuatan interface dalam aplikasi PBO.
  3. Menerapkan langkah-langkah dalam pembuatan interface PBO

IPK Keterampilan

  1. Merancang program aplikasi berorientasi obyek dalam bentuk interface
  2. Membuat kode program aplikasi berorientasi obyek yang dikemas dalam interface.
  3. Menguji program aplikasi berorientasi obyek dalam format interface.

Tujuan Pembelajaran

Setelah melalui kegiatan diskusi, menggali informasi, presentasi dan tugas praktek diharapkan peserta didik akan dapat :
  1. Siswa dapat Menjelaskan konsep interface dalam pemrograman aplikasi berorientasi obyek dengan benar.
  2. Siswa dapat Menjelaskan prosedur pembuatan interface dalam pemrograman aplikasi berorientasi obyek dengan baik.
  3. Menerapkan prosedur pembuatan interface dalam pemrograman aplikasi berorientasi obyek dengan baik
  4. Siswa dapat merancang program aplikasi dalam kemasan interface

Materi Kegiatan Pembelajaran

Pada Java juga dikenal konsep interface, yang merupakan device yang digunakan untuk komunikasi antar objek berbeda yang tidak memiliki hubungan apapun.

Interface bisa dikatakan sebagai protokol komunikasi antar objek tersebut.
Interface adalah sebuah tipe referensi pada Java. 

Interface secara struktur serupa dengan class. 

Isi dari interface  adalah method abstract.  Artinya, method yang hanya dideklarasikan dan tidak ditulis secara utuh.   

Deklarasi method pada interface serupa dengan method pada abstract class.  
Variabel pada interface akan memiliki aturan static dan final.

Adapun method akan memiliki aturan public dan abstract. 
Dalam pemahaman bahasa Indonesia interface itu diartikan sebagai antarmuka.  Bagian muka bisa dipahami sebagai bagian yang terlihat. Sedang bagian belakang yang merupakan isinya tidak terlihata.

Dalam interface ini, tidak ada pemrograman dalam method maupun event.   Dengan kata lain interface dipahami sebagai standardisasi daftar property, method dan event yang harus diimplementasikan oleh clas-class lain yang merupakan turunannya.

Jika menganggap abstract class sebagai blue print dari class-class lain, interface adalah implementasi method yang harus tersedia dalam sebuah object.

Sebagai contoh secara nyata analogi tentang class komputer, interface dapat dicontohkan dengan mouse, atau keyboard.  

Di dalam interface mouse,  kita tidak membuat method seperti klik_kiri(), klik_kanan(), atau double_klik().

Interface bisa diturunkan atau diwariskan kepada class yang ingin memakai method yang ada dalam masing-masing interface tersebut dengan keyword extends [interface yang didefinisikan].

Sebuah class dapat mengimplementasikan 1 interface yang sudah dibuat dengan keyword implement.

pendeklarasian interface adalah sebagai berikut :

interface Operasi {
public void Penjumlahan();
public void Pengurangan ();
}

Implementasi Interface

Cara menggunakan interface pada kelas lain, harus menggunakan keyword implements

Deklarasi implements interface sebagai berikut :
 
public class Calculator implements Operasi{
 private double bil1, bil2;
//override semua method pada interface

 public static void main (String []args){
 Calculator cal = new Calculator(3,4);
 System.out.print (“Hasil penjumlahan “+cal.getbil1()+” dan “cal.getbil2()”adalah “);
 cal.Penjumlahan();

   }
}

Penjelasan Interface Pada Java

Isi dari interface adalah method abstract, artinya method hanya dideklarasikan tidak ditulis secara utuh. Deklarasi method pada interface serupa dengan method pada class abstract.
Abstraction class merupakan sebuah class abstak (class setengah jadi)  yang memiliki method dan atribut. Abstraction class adalah hierarki tertinggi dari sub-sub class-nya. Kelas abstrak digunakan untuk membuat sebuah kelas yang memiliki method yang belum jelas implementasinya. 

Berikut ini aturan nya :
  1. Jika sebuah kelas memiliki method abstrak maka kelas itu harus menjadi kelas abstrak.
  2. Sebuah kelas abstrak dapat saja memiliki method yang tidak abstrak.
  3. Jika sebuah kelas abstrak diturunkan menjadi kelas konkret, maka semua method abstrak dari kelas abstrak haruslah ditulis ulang / dibuat ulang di kelas konkretnya dan diberi detail dari methodnya.
  4. Jika method abstrak di turunkan dan kelas turunannya adalah kelas abstrak, maka tidak perlu menulis ulang method yang abstrak.
Abstract class adalah kelas murni (tanpa objek) dan tidak boleh memiliki objek (tidak boleh ada instansiasi) serta method-method yang abstract harus disempurnakan oleh kelas turunannya melalui override.
Variable pada interface akan memiliki aturan static dan final sedangkan method akan memiliki aturan public dan abstract. 
Kelas-kelas yang diturunkan dari kelas abstraklah yang harus mendefinisikan secara detail method tersebut. Abstract class adalah class yang di dalam terdapat fungsi abstract.

Fungsi abstract adalah fungsi tanpa implementasi, di mana dikarenakan sifatnya terlalu general sehingga tidak bisa diimplementasikan.

Contoh program tentang penggunaan Abstraction Class pada program java.

Simpanlah file class Biodata.java ini dalam direktori abstraksi

package abstraksi;

abstract class Biodata {

    public abstract void mData(String nama, String ttl);
    public void mBiodata(){
    System.out.println("Biodata: Abdul Jaber al Banjarani");
    }
}

Simpan pula file class Implementasi.java ini dalam direktori abstraksi

package abstraksi;
public class Implementasi extends Biodata {
    @Override
    public void mData(String nama, String ttl){
        System.out.println("Nama :"+nama);
        System.out.println("Ttl :"+ttl);
    }
}

Berikutnya adalah contoh class file  yang menggunakan Abstraction . 

Terdapat 2 buat method, yaitu mData dan mBiodata.

Pada mData terdapat kata abstract itu menunjukan bahwa method itu merupakan method abstract dan harus di override pada class turunannya.

package abstraksi;

public class JavaInterfaces {
    
    public static void main(String[] args) {
   
    // TODO, add your application code
    Implementasi imp = new Implementasi();
    String nama= "Suaeb Rizal";
    String ttl="Jakarta, 30 April 1960";
   
    imp.mBiodata();
    imp.mData(nama,ttl);
    System.out.println("Hello Ok !");
    }
}

 
Class terakhir adalah class main yaitu untuk menjalankan programnya .

Pada baris awal void main terdapat pembuatan object dari class implementasi dan akan di lengkapi dari dua class di atas.

Karena pada method mData terdapat dua buah paramenter yaitu nama dan ttl,
pada source kode imp.mBiodata(), maka main akan mengambil method mBiodata pada class imp atau Implementasi, jika dilihat pada class Implemetasi tidak terdapat method mBiodata pada classnya karena merupakan salah satu karakteristik OOP yaitu Inheritance.
Selanjutnya imp.mData(nama,ttl), berikut adalah untuk memanggil method mData pada class imp atau Implemetasi beserta parameter sesui kebutuhannya.

 Output dari program diatas
















Tugas / Penilaian

A. Soal Teori

1. Class class object dapat melakukan komunikasi satu dengan lainnya, jelaskan pengertian dan peranan interface pada PBO ?

 2. Disajikan sebuah contoh interface

 

interface Operasi {

public void Penjumlahan(int x, int y);

public void Pengurangan (int x, int y);

}

Sebutankanlah  nama kandungan yang ada pada interface di atas dan jelaskan aturan pada penentuan variabelnya?

 3. Pada komputer ada interface yang namanya mouse dan keyboard, jelaskan metode-metode apa yang ada di dalam kedua interface tersebut ?

 4. Keyword  apakah yang digunakan untuk membuat class turunan yang akan menggunakan method pada  suatu interface serta sebutkan keyword untuk membuat class implementasi dari class turunan?

 5.a.  Jelaskan hubungan antara

a)     Class dengan Class

b)     Class dengan Interface

c)      Interface dengan Interface

5.b. Buatlah bagan untuk soal no 5.a.

B. Soal Praktek :

 

interface namaInterface {

method();

method();

}



1. Berdasar format di atas

buatlah interface induk dengan metode tambah dan metode kurang, yang mempunyai dua parameter bilangan type double a dan b.

2. Dari soal no 1 . Dengan keyword extends. Buatlah interface turunan dari interface induk dengan isi method nya berupa kali dan bagi (dengan 2 parameter a dan b)

2 Oktober 2020

Mengkonfigurasi DHCP Server

A. Kompetensi Dasar Mengkonfigurasi DHCP Server

3.1.1 Menjelaskan konsep DHCP Server
3.1.2 Menentukan cara konfigurasi DHCP

4.1.1 Melakukan konfigurasi DHCP Server
4.1.2 Menguji hasil konfigurasi DHCP Server
4.1.3 Membuat laporan konfigurasi DHCP Server

B. Tujuan Pembelajaran

1. Setelah kegiatan belajar ini siswa diharapkan :
2. Siswa dapat menjelaskan konsep Remote Server
3. Siswa dapat menentukan cara konfigurasi Remote Server
4. Siswa dapat mengkonfigurasi Remote Server
5. Siswa dapat menguji hasil konfigurasi Remote Server
6. Siswa dapat membuat laporan konfigurasi Remote Server


C. Materi dan Kegiatan Pembelajaran Konfigurasi DHCP Server pada Sistem Operasi Linux

1. Pengertian DHCP

DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah layanan yang secara otomatis memberikan nomor IP kepada komputer yang memintanya. Komputer yang memberikan nomor IP disebut sebagai DHCP server, sedangkan komputer yang meminta nomor IP disebut sebagai DHCP Client. Dengan demikian administrator tidak perlu lagi harus memberikan nomor IP secara manual pada saat konfigurasi TCP/IP, tapi cukup dengan memberikan referensi kepada DHCP Server.

Pada saat kedua DHCP client dihidupkan, maka komputer tersebut melakukan request ke DHCP-Server untuk mendapatkan nomor IP. DHCP menjawab dengan memberikan nomor IP yang ada di database DHCP. DHCP Server setelah memberikan nomor IP, maka server meminjamkan (lease) nomor IP yang ada ke DHCP-Client dan mencoret nomor IP tersebut dari daftar pool. Nomor IP diberikan bersama dengan subnet mask dan default gateway. Jika tidak ada lagi nomor IP yang dapat diberikan, maka client tidak dapat menginisialisasi TCP/IP, dengan sendirinya tidak dapat tersambung pada jaringan tersebut. Setelah periode waktu tertentu, maka pemakaian DHCP Client tersebut dinyatakan selesai dan client tidak memperbaharui permintaan kembali, maka nomor IP tersebut dikembalikan kepada DHCP Server, dan server dapat memberikan nomor IP tersebut kepada Client yang membutuhkan. Lama periode ini dapat ditentukan dalam menit, jam, bulan atau selamanya. Jangka waktu disebut leased period.

2. DHCP server

Merupakan sebuah mesin yang menjalankan layanan yang dapat “menyewakan” alamat IP dan informasi TCP/IP lainnya kepada semua klien yang memintanya. Beberapa sistem operasi jaringan seperti Windows NT Server, Windows 2000 Server, Windows Server 2003, atau GNU/Linux memiliki layanan seperti ini.

3. DHCP client

Merupakan mesin klien yang menjalankan perangkat lunak klien DHCP yang memungkinkan mereka untuk dapat berkomunikasi dengan DHCP Server. Sebagian besar sistem operasi klien jaringan (Windows NT Workstation, Windows 2000 Professional, Windows XP, Windows Vista, atau GNU/Linux) memiliki perangkat lunak seperti ini.

4. Fungsi DHCP

Adapun fungsi DHCP adalah sebagai berikut :

a. Dapat memberikan nomor IP secara otomatis kepada komputer yang melakukan request.
b. DHCP memiliki fungsi utama mendistribusikan IP address secara otomatis kepada setiap client yang terhubung dengan jaringan komputer
c. DHCP akan memberikan kemudahan bagi seorang network administrator dalam mengelola jaringan komputer, karena alokasi IP address dapat ditentukan secara otomatis dan dalam satu kali kerja
d. DHCP server selain bisa memberikan IP address secara dinamik, juga bisa memberikan IP address secara statis kepada client yang terhubung ke jaringan komputer

5. Kelebihan DHCP

1. Memudahkan dalam transfer data kepada PC client lain atau PC server. DHCP menyediakan alamat-alamat IP secara dinamis dan konfigurasi lain.
2. DHCP memungkinkan suatu client menggunakan alamat IP yang tidak bisa dipakai oleh client yang lain.
3. DHCP memungkinkan suatu client menggunakan satu alamat IP untuk jangka waktu tertentu dari server.
4. Menghemat tenaga dan waktu dalam pemberian IP.
5. Mencegah terjadinya IP conflict


6. Kekurangan DHCP

Semua pemberian IP bergantung pada server, maka dari hal itu jika server mati maka semua komputer akan disconnect dan saling tidak terhubung.

Cara Kerja

Karena DHCP merupakan sebuah protokol yang menggunakan arsitektur client/server, maka dalam DHCP terdapat dua pihak yang terlibat, yakni DHCP Server dan DHCP Client.

DHCP server merupakan sebuah mesin yang menjalankan layanan yang dapat “menyewakan” alamat IP dan informasi TCP/IP lainnya kepada semua klien yang memintanya.

Beberapa sistem operasi jaringan seperti Windows NT Server, Windows 2000 Server, Windows Server 2003, atau GNU/Linux memiliki layanan seperti ini.

DHCP client merupakan mesin klien yang menjalankan perangkat lunak klien DHCP yang memungkinkan mereka untuk dapat berkomunikasi dengan DHCP Server. Sebagian besar sistem operasi klien jaringan (Windows NT Workstation, Windows 2000 Professional, Windows XP, Windows Vista, atau GNU/Linux) memiliki perangkat lunak seperti ini.

DHCP server umumnya memiliki sekumpulan alamat yang diizinkan untuk didistribusikan kepada klien, yang disebut sebagai DHCP Pool. Setiap klien kemudian akan menyewa alamat IP dari DHCP Pool ini untuk waktu yang ditentukan oleh DHCP, biasanya hingga beberapa hari. Manakala waktu penyewaan alamat IP tersebut habis masanya, klien akan meminta kepada server untuk memberikan alamat IP yang baru atau memperpanjangnya.

DHCP Client akan mencoba untuk mendapatkan “penyewaan” alamat IP dari sebuah DHCP server dalam proses empat langkah berikut:

DHCP DISCOVER: DHCP client akan menyebarkan request secara broadcast untuk mencari DHCP Server yang aktif.

DHCP OFFER: Setelah DHCP Server mendengar broadcast dari DHCP Client, DHCP server kemudian menawarkan sebuah alamat kepada DHCP client.

DHC PREQUEST: Client meminta DCHP server untuk menyewakan alamat IP dari salah satu alamat yang tersedia dalam DHCP Pool pada DHCP Server yang bersangkutan.

DHC PACK: DHCP server akan merespons permintaan dari klien dengan mengirimkan paket acknowledgment. Kemudian, DHCP Server akan menetapkan sebuah alamat (dan konfigurasi TCP/IP lainnya) kepada klien, dan memperbarui basis data database miliknya. Klien selanjutnya akan memulai proses binding dengan tumpukan protokolTCP/IP dan karena telah memiliki alamat IP, klien pun dapat memulai komunikasi jaringan.

Empat tahap di atas hanya berlaku bagi klien yang belum memiliki alamat. Untuk klien yang sebelumnya pernah meminta alamat kepada DHCP server yang sama, hanya tahap 3 dan tahap 4 yang dilakukan, yakni tahap pembaruan alamat (address renewal), yang jelas lebih cepat prosesnya.

Berbeda dengan sistem DNS yang terdistribusi, DHCP bersifat stand-alone, sehingga jika dalam sebuah jaringan terdapat beberapa DHCP server, basis data alamat IP dalam sebuah DHCP Server tidak akan direplikasi ke DHCP server lainnya. Hal ini dapat menjadi masalah jika konfigurasi antara dua DHCP server tersebut berbenturan, karena protokol IP tidak mengizinkan dua host memiliki alamat yang sama.

Selain dapat menyediakan alamat dinamis kepada klien, DHCP Server juga dapat menetapkan sebuah alamat statik kepada klien, sehingga alamat klien akan tetap dari waktu ke waktu.

Catatan: DHCP server harus memiliki alamat IP yang statis.

DHCP Scope

DHCP Scope adalah alamat-alamat IP yang dapat disewakan kepada DHCP client. Ini juga dapat dikonfigurasikan oleh seorang administrator dengan menggunakan peralatan konfigurasi DHCP server. Biasanya, sebuah alamat IP disewakan dalam jangka waktu tertentu, yang disebut sebagai DHCP Lease, yang umumnya bernilai tiga hari. Informasi mengenai DHCP Scope dan alamat IP yang telah disewakan kemudian disimpan di dalam basis data DHCP dalam DHCP server. Nilai alamat-alamat IP yang dapat disewakan harus diambil dari DHCP Pool yang tersedia yang dialokasikan dalam jaringan. Kesalahan yang sering terjadi dalam konfigurasi DHCP Server adalah kesalahan dalam konfigurasi DHCP Scope.

DHCP Lease

DHCP Lease adalah batas waktu penyewaan alamat IP yang diberikan kepada DHCP client oleh DHCP Server. Umumnya, hal ini dapat dikonfigurasikan sedemikian rupa oleh seorang administrator dengan menggunakan beberapa peralatan konfigurasi (dalam Windows NT Server dapat menggunakan DHCP Manager atau dalam Windows 2000 ke atas dapat menggunakan Microsoft Management Console [MMC]). DHCP Lease juga sering disebut sebagai Reservation.

DHCP Options

DHCP Options adalah tambahan pengaturan alamat IP yang diberikan oleh DHCP ke DHCP client. Ketika sebuah klien meminta alamat IP kepada server, server akan memberikan paling tidak sebuah alamat IP dan alamat subnet jaringan. DHCP server juga dapat dikonfigurasikan sedemikian rupa agar memberikan tambahan informasi kepada klien, yang tentunya dapat dilakukan oleh seorang administrator. DHCP Options ini dapat diaplikasikan kepada semua klien, DHCP Scope tertentu, atau kepada sebuah host tertentu dalam jaringan.


Aplikasi yang digunakan untuk melakukan konfigurasi DHCP server adalah isc-dhcp-server, ketikkan perintah berikut (jangan lupa koneksi internet dan masuk sebagai superuser):

#apt-get install isc-dhcp-server

Buka Link di bawah ini untuk :
Instalasi dan Konfigurasi DHCP Server LINUX




Untuk yang belum jelas bisa lihat tutorial videonya di sini Video Instalasi DHCP Server di Virtual Box

Mengkonfigurasi Remote Server

A. Kompetensi Dasar Mengkonfigurasi Remote Server

  • 3.2.1 Menjelaskan konsep Remote Server
  • 3.2.2 Menentukan cara konfigurasi Remote Server
  • 4.2.1 Melakukan konfigurasi Remote Server
  • 4.2.2 Menguji hasil konfigurasi Remote Server
  • 4.2.3 Membuat laporan konfigurasi Remote Server

B. Tujuan Pembelajaran  

    Setelah kegiatan belajar ini siswa diharapkan :
  •  Siswa dapat menjelaskan konsep Remote Server
  •  Siswa dapat menentukan cara konfigurasi Remote Server
  •  Siswa dapat mengkonfigurasi Remote Server
  •  Siswa dapat menguji hasil konfigurasi Remote Server
  •  Siswa dapat membuat laporan konfigurasi Remote Server

C. Materi dan Kegiatan Pembelajaran


Keuntungan adanya  jaringan komputer yaitu memudahkan kita dalam berbagi resource hardware ataupun software yang ada. 

Remote Access adalah salah satu teknologi yang digunakan untuk mengakses suatu system melalui media jaringan. Sehingga kita dapat mengkonfigurasi suatu system, dimanapun kita berada asalkan terkoneksi ke Internet atau Jaringan tersebut. SSH berjalan pada port default yaitu port 22.



Pengertian Remote Access


SSH (Secure Shell Hosting) adalah protokol atau aplikasi yang memungkinkan pertukaran data antara dua perangkat jaringan yang lebih aman dibandingkan dengan telnet, rsh dan rlogin.

SSH banyak digunakan pada sistem berbasis Linux dan Unix untuk mengakses akun shell. SSH pertama kali dikembangkan oleh openBSD project dan kemudian versi rilis p (port) di manage oleh team porting ke sistem operasi lainnya, temasuk Linux.

Dengan ssh semua percakapan antara server dan klien di enkripsi, artinya apabila percakapan tersebut disadap, penyadap tidak akan memahami isinya.

SSH (Secure Socket Shell) (bukan SHSH) atau yang sering disebut Secure shell adalah protokol jaringan berbasis UNIX yang memungkinkan kita untuk mengakses sebuah komputer (remote) melalui jaringan secara aman. Dikarenakan SSH menggunakan jaringan yang dienkripsi, maka SSH ini banyak digunakan oleh seorang admin jaringan untuk mengontrol sebuah server web atau sebuah komputer dari jauh (remote).

Secure Shell atau SSH merupakan protokol network yang memungkinkan pengguna untuk membuka jendela akses pada komputer lokal dan terhubung ke komputer remote/server, sehingga pengontrol seperti berada di depan server target. Dengan demikian SSH menyediakan koneksi aman dari black hacker untuk transfer data antar 2 komputer

SSH merupakan paket program yang digunakan sebagai pengganti yang aman untuk rlogin, rsh dan rcp. Ia menggunakan public-key cryptography untuk mengenkripsi komunikasi antara dua host, demikian pula untuk  autentikasi pemakai.

Ia dapat digunakan untuk login secara aman ke remote host atau menyalin data antar host, sementara mencegah "man-in-themiddle attacks" (pembajakan sesi) dan DNS spoofing atau dapat dikatakan

Secure Shell adalah program yang melakukan loging terhadap komputer lain dalam jaringan, mengeksekusi perintah lewat mesin secara remote, dan memindahkan file dari satu mesin ke mesin lainnya. SSH dirancang untuk menggantikan protokol telnet dan FTP.

Adapun SSH merupakan produk serbaguna yang dirancang untuk melakukan banyak hal, yang kebanyakan berupa penciptaan tunnel antar host. Beberapa implementasi SSH tergantung pada SSL libraris karena SSH dan SSL menggunakan banyak menggunakan algoritma enkripsi yang sama (misalnya TripleDES(Pengembangan dari DES oleh IBM). ), Algoritma enkripsi lain yang didukung oleh SSH di antaranya BlowFish (BRUCE SCHNEIER), IDEA (The International Data Encryption Algorithm), dan RSA (The Rivest-Shamir-Adelman).

Secure Shell dapat digunakan pada berbagai sistem operasi seperti Windows, Linux, MAC, BSD dan bahkan Anda dapat menggunakan protokol SSH di Iphone, BlackBerry, Android, IPad, Tabs, dll. Otentikasi proses SSH sangat kuat seperti penggunaan kriptografi publik key SSH untuk mengotentikasi komputer remote dan sebaliknya.SSH dapat digunakan untuk beberapa tujuan seperti Tunneling, port forwarding dan koneksi..

Remote Access adalah kemampuan untuk terhubung dengan resource pada suatu network sentral dari suatu lokasi. Ini berarti menggunakan sebuah PC dan modem di satu tempat, lewat kabel telepon, terhubung ke suatu PC atau server pada network utama suatu perusahaan. 

Adapun oleh Utomo, dkk (2010) Remote access didefinisikan sebagai Remote access merupakan sistem yang bisa digunakan dalam pengendalian suatu manajemen jaringan, dimana administrator dapat dengan mudah mengontrol dan mengawasi komputer client, berinteraksi dengan user, backup data, atau aktifitas lainnya.

Sedangkan menurut Dhawan (1998) dalam Eliminate Guess Work (2010), Remote Access adalah kemampuan untuk terhubung dengan resource pada suatu network sentral dari suatu lokasi.

Ini berarti menggunakan sebuah PC dan modem di satu tempat, lewat kabel telepon, terhubung kesuatu PC atau server pada network utama suatu perusahaan.

Arsitektur SSH

protokol SSH memiliki arsitektur internal pada lapisan terpisah dengan baik.Yaitu:

Lapisan transportasi (RFC 4253). Lapisan ini menangani pertukaran kunci awal dan server otentikasi dan set up enkripsi, kompresi dan integritas verifikasi.

Lapisan otentikasi pengguna (RFC 4252). Lapisan ini menangani otentikasi klien dan menyediakan sejumlah metode otentikasi.

Lapisan koneksi. Lapisan ini mendefinisikan konsep kanal, kanal permintaan dan permintaan global menggunakan layanan yang disediakan SSH. SSHFP DNS record (RFC 4255) menyediakan sidik jari kunci publik untuk membantu memverifikasi keaslian host.

Metode Enskripsi

SSH menggunakan metode public-key cryptography untuk mengenskripsi komunikasi antara dua host, demikian pula untuk autentikasi pemakai. Dengan metode ini, kita akan memerlukan 2 buah kunci berbeda yang digunakan baik untuk melakukan enkripsi dan dekripsi. Dua buah kunci tersebut masing-masing disebut public key (dipublikasikan ke public/ orang lain) dan private key (dirahasiakan/ hanya pemiliknya yang tahu). Masing-masing kunci di atas dapat digunakan untuk melakukan enkripsi dan dekripsi.

SSH dapat digunakan untuk login secara aman ke remote host atau menyalin data antar ghost, sementara mencegah "man-in-the middle attacks" (pembajakan sesi) dan DNS spoofing atau dapat dikatakan secure shell adalah program yang melakukan loging terhadap komputer lain dalam jaringan, mengeksekusi perintah lewat mesin secara remote, dan memindahkan file dari satu mesin ke mesin lainnya. SSH merupakan produk serbaguna yang dirancang untuk melakukan banyak hal, yang kebanyakan berupa penciptaan tunnel antar host.



Ada beberapa kegunaan remote access/Remote Desktop yang lazim diantaranya:

1. Mengendalikan komputer lain dari lokasi yang remote, misalnya untuk mengakses software di komputer yang ada di divisi atau bagian lain di perusahaan oleh pengguna technical support perusahaan diruang kerjanya.
2. Mematikan komputer dari jarak jauh.
3. Menghidupkan ulang komputer/restart dari jarak jauh.
4. Memodifikasi setting registry komputer lain dari jarak jauh.
5. Mengawasi penggunaan komputer lain dari jarak jauh.
6. Membantu pengguna lain memecahkan masalah di PC-nya dari jarak jauh.
7. Mengawasi penggunaan program berjalan / internet dari jarak jauh.
8. Pemeliharaan (maintenance) komputer dari jarak jauh.
9. Sharing resource dari jarak jauh.

Secara umum, Remote Access dibagi menjadi dua jenis;

1. Mode Desktop / GUI (Graphical User Interface), misalnya Remote Desktop, VNC, dan Radmin.
2. Mode Teks, misalnya telnet, ssh, raw, Rlogin dan serial.

Implementasi SSH

Implementasi SSH terlihat dalam produk-produk berikut :
  • FreeSSH
  • OpenSSH (Unix, Windows)
  • LSH (unix)
  • PuTTY (Windows)
  • Okhapkin s port of SSH1(windows)
  • MacSSH (Macintosh)
  • TeraTerm (windows)
  • NitfyTelnet 1.1 SSH (Machintosh)
  • Commercial SSH
  • SSH communication Security (unix, windows)
  • F-Secure SSH (unix,Windows)
  • Secure CRT, SecureFX (windows)
  • Vshell (Windows)

Tutorial Cara Konfigurasi SSH Server ( Remote Access ) dengan Debian 8 Server
Installasi SSH(Download Disini)


PENILAIAN



Menginstalasi sistem operasi jaringan


A. Kompetensi Dasar Menginstalasi sistem operasi jaringan

3.1.1 Menjelaskan sistem operasi jaringan
3.1.2 Menentukan spesifikasi hardware server yang dibutuhkan
3.1.3 Menentukan cara instalasi sistem operasi
4.1.1 Melakukan instalasi sistem operasi jaringan
4.1.2 Menguji hasil instalasi sistem operasi jaringan
4.1.3 Membuat laporan instalasi sistem operasi jaringan

B. Tujuan Pembelajaran
Setelah kegiatan belajar ini siswa diharapkan :
1) Mengetahui tahapan instalasi sistem operasi jaringan
2) Memahami proses intalasi sistem operasi jaringan

Poin-poin pembelajaran kali ini diberikan dalam peta pikiran berikut.




C. Kegiatan Pembelajaran /  Uraian Materi

Spesifikasi Hardware yang Dibutuhkan Server OS Linux

Tidak seperti OS di Microsoft (Ms Windows) Linux memberikan keleluasaan kepada user  untuk menginstal aplikasinya. Linux mempunyai opsi instalasi dalam mode grafik dan mode text. Jika kita mempunyai komputer lama (Pentium I sekalipun) jangan buru-buru dibuang atau dijual kiloan, karena itu dapat dimanfaatkan untuk sebuah mesin komputer yang powerfull dalam linux. Berikut spesifikasi yang dibutuhkan linux untuk instalasinya:

(dalam hal ini dipilih Redhat sebagai varian Linux yang akan kita bahas dalam topik tulisan ini)

Redhat 9 memberikan spesifikasi hardware minimal yang dibutuhkan agar sistem dapat berjalan dengan baik. Spsesifikasi tersebut adalah sebagai berikut :

Proccesor: Pentium I 200 (untuk mode text)
Pentium II 400 (untuk mode grafik)

Rekomendasi Pentium III 600 MB ke atas
Hard disk : 475 MB (Untuk custom installation)
850 MB (Untuk Server)
1,7 GB (Untuk Personal Desktop)
2,1 GB (Untuk Workstation)
Rekomendasi 10 GB ke atas
Memory: 64 MB (untuk mode text)
128 MB (Untuk mode grafik)
Rekomendasi 192 MB agar berjalan dengan baik

Sebelum memulai instalasi Redhat Linux 9, perlu diketahui bahwa sistem operasi Redhat Linux berbeda dengan sistem operasi Microsoft Windows. Redhat Linux membutuhkan partisi hard disk minimal menjadi 2 bagian yaitu sebagai /root dan swap. Besarnya nilai partisi dari /root dan swap dapat diatur sesuai kebutuhan. Swap merupakan penyimpanan data sementara selama proses berlangsung hampir mirip dengan virtual memory di Windows. Linux dapat mempunyai partisi lain seperti /usr, /boot dan /var.

Metode Instalasi

Untuk keperluan instalasi sistem operasi adalah  bagaimana mendapatkan master Sistem operasinya. Master sistem operasi yang akan diinstal ke komputer biasanya disimpan dalam media penyimpanan elektronis seperti floppy disk atau disket, CD-ROM, DVD-ROM, Flash Disk, PCMCIA, Hard disk, DVD-ROM dan media penyimpanan elektronis lainnya.

Ada beberapa media penyimpan file yang digunakan untuk menyimpan master file sistem operasi jaringan. Beberapa sistem operasi menyediakan pilihan bagaimana melakukan instalasi sistem operasi berdasarkan letak dimana file master sistem operasi disimpan
.
Metode instalasi berdasarkan letak file sistem operasi disimpan yaitu :
a) CD-ROM
Metode instalasi sistem operasi yang paling banyak digunakan adalah dengan CD-ROM. Hal ini disebabkan karena CD-ROM merupakan media penyimpanan yang handal, berkapasitas besar (700 MB), tahan lama, murah dan fleksibel untuk dibawa kemana-kemana.

b) Hard Disk
Instalasi sistem operasi dapat juga dilakukan melalui hard disk yang telah berisi master sistem operasi. Hard disk merupakan media penyimpanan yang harus dimiliki oleh komputer dewasa ini. Dengan kemajuan teknologi hard disk dewasa ini memiliki kapasitas yang sangat besar (1 TerraB atau lebih) dengan harga yang cukup murah.

c) NFS Image
Instalasi sistem operasi jaringan (Linux Redhat) dapat dilakukan melalui NFS Server. Untuk instalasi dengan NFS Server ini dibutuhkan network atau PCMCIA boot disket (bootnet.img).

d) FTP
Instalasi sistem operasi Linux Redhat 9 dapat dilakukan melalui FTP Server. Untuk instalasi dengan FTP ini dibutuhkan network atau PCMCIA bootdisket (bootnet.img). Proses instalasi melalui FTP memerlukan akses jaringan sehingga jarang dilakukan karena distribusi sistem operasi dengan media lain mudah didapatkan.
e) HTTP
Instalasi sistem operasi Linux Redhat 9 dapat dilakukan melalui HTTP Server. Untuk instalasi dengan HTTP ini dibutuhkan network atau PCMCIAboot disket (bootnet.img). sama seperti pada FTP proses instalasi akan berjalan lambat jika jaringan komputer tidak baik.

INSTALASI SISTEM OPERASI JARINGAN

Instalasi merupakan hal yang paling awal dilakukan sebelum membangun server. Instalasi ini mencakup dua hal, instalasi perangkat keras dan perangkat lunak. Sebagai server yang akan melayani komunikasi antar jaringan, maka sebuah server minimal harus memiliki 2 kartu jaringan. Satu untuk jaringan internal dan lainnya untuk jaringan eksternal. Persyaratan lainnya dalam instalasi server mengikuti syarat umum instalasi Sistem Operasi, seperti:
- Jumlah RAM yang diperlukan
- Besar ruang harddisk yang akan digunakan
- Tipe dan kecepatan prosesor
- Resolusi video / layar (diperlukan untuk sistem operasi GUI)
Informasi ini biasanya telah disediakan oleh perusahaan penyedia sistem operasi yang bersangkutan. Misal, untuk Sistem Operasi Debian Wheezy dengan Desktop memerlukan syarat perangkat komputer seperti berikut ini.
- Prosesor minimal Pentium IV 1 GHz
- RAM minimal 128 MB (Disarankan 512 MB)
- Harddisk minimal 5 GB

Memory

Memori adalah istilah generik bagi tempat penyimpanan data dalam komputer. Beberapa jenis memori yang banyak digunakan adalah sebagai berikut:
Register prosesor
RAM atau Random Access Memory
Cache Memory (SRAM) (Static RAM)
Memori fisik (DRAM) (Dynamic RAM)
Perangkat penyimpanan berbasis disk magnetis
Perangkat penyimpanan berbasis disk optik
Memori yang hanya dapat dibaca atau ROM (Read Only Memory)
Flash Memory
Punched Card (kuno)
CD atau Compact Disk
DVD

Urutan jenis memori dari yang tercepat hingga yang paling lambat adalah  Register Prosesor – Cache Memory – Main memory – Memori sekunder


Dalam pembicaraan mengenai arsitektur komputer seperti arsitektur von Neumann, misalnya, kapasitas dan kecepatan memori dibedakan dengan menggunakan hierarki memori. Hierarki ini disusun dari jenis memori yang paling cepat hingga yang paling lambat; disusun dari yang paling kecil kapasitasnya hingga paling besar kapasitasnya; dan diurutkan dari harga tiap bit memori-nya mulai dari yang paling tinggi (mahal) hingga yang paling rendah (murah).

REGISTER PROSESOR

Register prosesor, dalam arsitektur komputer, adalah sejumlah kecil memori komputer yang bekerja dengan kecepatan sangat tinggi yang digunakan untuk melakukan eksekusi terhadap program-program komputer dengan menyediakan akses yang cepat terhadap nilai-nilai yang umum digunakan. Umumnya nilai-nilai yang umum digunakan adalah nilai yang sedang dieksekusi dalam waktu tertentu.

Register prosesor berdiri pada tingkat tertinggi dalam hierarki memori: ini berarti bahwa kecepatannya adalah yang paling cepat; kapasitasnya adalah paling kecil; dan harga tiap bitnya adalah paling tinggi. Register juga digunakan sebagai cara yang paling cepat dalam sistem komputer untuk melakukan manipulasi data. Register umumnya diukur dengan satuan bit yang dapat ditampung olehnya, seperti “register 8-bit”, “register 16-bit”, “register 32-bit”, atau “register 64-bit” dan lain-lain.

Istilah register saat ini dapat merujuk kepada kumpulan register yang dapat diindeks secara langsung untuk melakukan input/output terhadap sebuah instruksi yang didefinisikan oleh set instruksi. untuk istilah ini, digunakanlah kata “Register Arsitektur”. Sebagai contoh set instruksi Intel x86 mendefinisikan sekumpulan delapan buah register dengan ukuran 32-bit, tapi CPU yang mengimplementasikan set instruksi x86 dapat mengandung lebih dari delapan register 32-bit.

Register terbagi menjadi beberapa kelas:
Register data, yang digunakan untuk menyimpan angka-angka dalam bilangan bulat (integer).
Register alamat, yang digunakan untuk menyimpan alamat-alamat memori dan juga untuk mengakses memori.
Register general purpose, yang dapat digunakan untuk menyimpan angka dan alamat secara sekaligus.
Register floating-point, yang digunakan untuk menyimpan angka-angka bilangan titik mengambang (floating-point).
Register konstanta (constant register), yang digunakan untuk menyimpan angka-angka tetap yang hanya dapat dibaca (bersifat read-only), semacam phi, null, true, false dan lainnya.
Register vektor, yang digunakan untuk menyimpan hasil pemrosesan vektor yang dilakukan oleh prosesor SIMD.
Register special purpose yang dapat digunakan untuk menyimpan data internal prosesor, seperti halnya instruction pointer, stack pointer, dan status register.
Register yang spesifik terhadap model mesin (machine-specific register), dalam beberapa arsitektur tertentu, digunakan untuk menyimpan data atau pengaturan yang berkaitan dengan prosesor itu sendiri.

Karena arti dari setiap register langsung dimasukkan ke dalam desain prosesor tertentu saja, mungkin register jenis ini tidak menjadi standar antara generasi prosesor.


RAM (RANDOM ACCESS MEMORY)

Memori akses acak adalah sebuah tipe penyimpanan komputer yang isinya dapat diakses dalam waktu yang tetap tidak memperdulikan letak data tersebut dalam memori. Ini berlawanan dengan alat memori urut, seperti tape magnetik, disk dan drum, di mana gerakan mekanikal dari media penyimpanan memaksa komputer untuk mengakses data secara berurutan.

Pertama kali dikenal pada tahun 60’an. Hanya saja saat itu memori semikonduktor belumlah populer

Pengertian Memori Cache

Cache beasal dari kata cash. Dari istilah tersebut cache adalah tempat menyembunyikan atau tempat menyimpan sementara. Sesuai definisi tersebut cache memori adalah tempat menympan data sementara.

Cara ini dimaksudkan untuk meningkatkan transfer data dengan menyimpan data yang pernah diakses pada cache tersebut, sehingga apabila ada data yang ingin diakses adalah data yang sama maka maka akses akan dapat dilakukan lebih cepat.Cache memori ini adalah memori tipe SDRAM yang memiliki kapasitas terbatas namun memiliki kecepatan yang sangat tinggi dan harga yang lebih mahal dari memori utama. Cache memori ini terletak antara register dan RAM (memori utama) sehingga pemrosesan data tidak langsung mengacu pada memori utama.

Level Memori Cache

Cache memori ada tiga level yaitu L1,L2 dan L3. Cache memori level 1 (L1) adalah cache memori yang terletak dalam prosesor (cache internal). Cache ini memiliki kecepatan akses paling tinggi dan harganya paling mahal. Ukuran memori berkembang mulai dari 8Kb, 64Kb dan 128Kb.Cache level 2 (L2) memiliki kapasitas yang lebih besar yaitu berkisar antara 256Kb sampai dengan 2Mb. Namun cache L2 ini memiliki kecepatan yang lebih rendah dari cache L1. Cache L2 terletak terpisah dengan prosesor atau disebut dengan cache eksternal. Sedangkan cache level 3 hanya dimiliki oleh prosesor yang memiliki unit lebih dari satu misalnya dualcore dan quadcore. Fungsinya adalah untuk mengontrol data yang masuk dari cache L2 dari masing-masing inti prosesor.

Cara Kerja Memori Cache

Jika prosesor membutuhkan suatu data, pertama-tama ia akan mencarinya pada cache. Jika data ditemukan, prosesor akan langsung membacanya dengan delay yang sangat kecil. Tetapi jika data yang dicari tidak ditemukan,prosesor akan mencarinya pada RAM yang kecepatannya lebih rendah. Pada umumnya, cache dapat menyediakan data yang dibutuhkan oleh prosesor sehingga pengaruh kerja RAM yang lambat dapat dikurangi. Dengan cara ini maka memory bandwidth akan naik dan kerja prosesor menjadi lebih efisien. Selain itu kapasitas memori cache yang semakin besar juga akan meningkatkan kecepatan kerja komputer secara keseluruhan.

Dua jenis cache yang sering digunakan dalam dunia komputer adalah memory caching dan disk caching. Implementasinya dapat berupa sebuah bagian khusus dari memori utama komputer atau sebuah media penyimpanan data khusus yang berkecepatan tinggi.

Implementasi memory caching sering disebut sebagai memory cache dan tersusun dari memori komputer jenis SDRAM yang berkecepatan tinggi. Sedangkan implementasi disk cachingmenggunakan sebagian dari memori komputer.

MEMORI FISIK

Memori fisik merupakan istilah generik yang merujuk pada media penyimpanan data sementara pada komputer. Setiap program dan data yang sedang diproses oleh prosesor akan disimpan di dalam memori fisik. Data yang disimpan dalam memori fisik bersifat sementara, karena data yang disimpan di dalamnya akan tersimpan selama komputer tersebut masih dialiri daya (dengan kata lain, komputer itu masih hidup). Ketika komputer itu direset atau dimatikan, data yang disimpan dalam memori fisik akan hilang. Oleh karena itulah, sebelum mematikan komputer, semua data yang belum disimpan ke dalam media penyimpanan permanen (umumnya bersifat media penyimpanan permanen berbasis disk, semacam hard disk atau floppy disk), sehingga data tersebut dapat dibuka kembali pada lain waktu.

Memori fisik umumnya diimplementasikan dalam bentuk Random Access Memory (RAM), yang bersifat dinamis (DRAM). Mengapa disebut Random Access, adalah karena akses terhadap lokasi-lokasi di dalamnya dapat dilakukan secara acak (random), bukan secara berurutan (sekuensial). Meskipun demikian, kata random access dalam RAM ini sering menjadi salah kaprah. Sebagai contoh, memori yang hanya dapat dibaca (ROM), juga dapat diakses secara random, tetapi ia dibedakan dengan RAM karena ROM dapat menyimpan data tanpa kebutuhan daya dan tidak dapat ditulisi sewaktu-waktu. Selain itu, hard disk yang juga merupakan salah satu media penyimpanan juga dapat diakses secara random, tapi ia tidak digolongkan ke dalam Random Access Memory.

Penggunaan Memori

Komponen utama dalam sistem komputer adalah Arithmetic Logic Unit (ALU), Control Circuitry, Storage Space dan piranti Input/Output. Jika tanpa memory, maka komputer hanya berfungsi sebagai digital signal processing devices, contohnya kalkulator atau media player. Kemampuan memory untuk menyimpan data, instruksi dan informasi-lah yang membuat komputer dapat disebut sebagai general-purpose komputer. Komputer merupakan piranti digital, maka informasi disajikan dengan sistem bilangan binary. Teks, angka, gambar, sudio dan video dikonversikan menjadi sekumpulan bilangan binary (binary digit atau disingkat bit). Sekumpulan bilangan binary dikenal dengan istilah BYTE, dimana 1 byte = 8 bits. Semakin besar ukuran memory-nya maka semakin banyak pula informasi yang dapat disimpan di dalam komputer (storage devices). Berikut ini beberapa gambar yang bisa mewakili bagaimana cara informasi disimpan dalam memory dan bagaimana data ditransfer dari satu bagian ke bagian lainnya.


PERANGKAT PENYIMPANAN BERBASIS DISK MAGNETIS

Cakram liuk atau disket (bahasa Inggris: floppy disk) adalah sebuah perangkat penyimpanan data yang terdiri dari sebuah medium penyimpanan magnetis bulat yang tipis dan lentur dan dilapisi lapisan plastik berbentuk persegi atau persegi panjang. Cakram liuk “dibaca” dan “ditulis” menggunakan kandar cakram liuk (floppy disk drive, FDD). Kapasitas cakram liuk yang paling umum adalah 1,44 MB (seperti yang tertera pada cakram liuk), meski kapasitas sebenarnya adalah sekitar 1,38 MB.

Cakram keras (Inggris: harddisk atau harddisk drive disingkat HDD atau hard drive disingkat HD) adalah sebuah komponen perangkat keras yang menyimpan data sekunder dan berisi piringan magnetis. Cakram keras diciptakan pertama kali oleh insinyur IBM, Reynold Johnson di tahun 1956. Cakram keras pertama tersebut terdiri dari 50 piringan berukuran 2 kaki (0,6 meter) dengan kecepatan rotasinya mencapai 1.200 rpm (rotation per minute) dengan kapasitas penyimpanan 4,4 MB. Cakram keras zaman sekarang sudah ada yang hanya selebar 0,6 cm dengan kapasitas 750 GB. Data yang disimpan dalam cakram keras tidak akan hilang ketika tidak diberi tegangan listrik. Dalam sebuah cakram keras, biasanya terdapat lebih dari satu piringan untuk memperbesar kapasitas data yang dapat ditampung. Dalam perkembangannya kini cakram keras secara fisik menjadi semakin tipis dan kecil namun memiliki daya tampung data yang sangat besar. Cakram keras kini juga tidak hanya dapat terpasang di dalam perangkat (internal) tetapi juga dapat dipasang di luar perangkat (eksternal) dengan menggunakan kabel USBataupun FireWire.

Universal Serial Bus (USB) adalah standar bus serial untuk perangkat penghubung, biasanya kepada komputer namun juga digunakan di peralatan lainnya seperti konsol permainan, ponsel dan PDA. Sistem USB mempunyai desain yang asimetris, yang terdiri dari pengontrol host dan beberapa peralatan terhubung yang berbentuk pohon dengan menggunakan peralatan hub yang khusus. Desain USB ditujukan untuk menghilangkan perlunya penambahan expansion card ke ISA komputer atau bus PCI, dan memperbaiki kemampuan plug-and-play (pasang-dan-mainkan) dengan memperbolehkan peralatan-peralatan ditukar atau ditambah ke sistem tanpa perlu mereboot komputer. Ketika USB dipasang, ia langsung dikenal sistem komputer dan memroses device driver yang diperlukan untuk menjalankannya. USB dapat menghubungkan peralatan tambahan komputer seperti mouse, keyboard, pemindai gambar, kamera digital, printer, hard disk, dan komponen networking. USB kini telah menjadi standar bagi peralatan multimedia seperti pemindai gambar dan kamera digital.

Cakram Digital (bahasa Inggris: Compact Disc, disingkat CD), cakram padat, atau piringan cakram adalah sebuah piringan optikal yang digunakan untuk menyimpan data secara digital. Sejak diperkenalkan secara resmi pada tahun 1982, CD memperoleh puncak penjualan pada tahun2000 yaitu mencapai 2.445 juta keping Keuntungan yang diperoleh dari CD adalah kualitas suara yang dihasilkan tidak mungkin sebagus yang ada dikaset, selain itu CD sangat ringan dan mudah dibawa serta merupakan barang yang sangat tahan lama. CD menawarkan kapasitas penyimpanan data yang besar serta kapabilitas produksi.


PERANGKAT PENYIMPANAN OPTIK BERBASIS DISK

CD-ROM (dieja /ˌsiːˌdiːˈrɒm/, merupakan akronim dari “compact disc read-only memory”)) adalah sebuah piringan kompak dari jenis piringan optik(optical disc) yang dapat menyimpan data. Ukuran data yang dapat disimpan saat ini bisa mencapai 700MB atau 700 juta bita. CD-ROM bersifat read only (hanya dapat dibaca, dan tidak dapat ditulisi). Untuk dapat membaca isi CD-ROM, alat utama yang diperlukan adalah CD Drive. Perkembangan CD-ROM terkini memungkinkan CD dapat ditulisi berulang kali (Re Write / RW) yang lebih dikenal dengan nama CD-RW.
ROM (Read Only Memory)

Read-only Memory (ROM) adalah istilah bahasa Inggris untuk medium penyimpanan data pada komputer. ROM adalah singkatan dari Read-Only Memory, ROM ini adalah salah satu memori yang ada dalam computer. ROM ini sifatnya permanen, artinya program / data yang disimpan didalam ROM ini tidak mudah hilang atau berubah walau aliran listrik di matikan. Menyimpan data pada ROM tidak dapat dilakukan dengan mudah, namun membaca data dari ROM dapat dilakukan dengan mudah. Biasanya program / data yang ada dalam ROM ini diisi oleh pabrik yang membuatnya. Oleh karena sifat ini, ROM biasa digunakan untuk menyimpan firmware (piranti lunak yang berhubungan erat dengan piranti keras). Salah satu contoh ROM adalah ROM BIOS yang berisi program dasar system komputer yang mengatur / menyiapkan semua peralatan / komponen yang ada dalam komputer saat komputer dihidupkan. ROM modern didapati dalam bentuk IC, persis seperti medium penyimpanan/memori lainnya seperti RAM. Untuk membedakannya perlu membaca teks yang tertera pada IC-nya. Biasanya dimulai dengan nomer 27xxx, angka 27 menunjukkan jenis ROM , xxx menunjukkan kapasitas dalam kilo bit ( bukan kilo byte ).

Mask ROM

Data pada ROM dimasukkan langsung melalui mask pada saat perakitan chip. Hal ini membuatnya sangat ekonomis terutama jika kita memproduksi dalam jumlah banyak. Namun hal ini juga menjadi sangat mahal karena tidak fleksibel. Sebuah perubahan walaupun hanya satu bit membutuhkan mask baru yang tentu saja tidak murah. Karena tidak fleksibel maka jarang ada yang menggunakannya lagi. Aplikasi lain yang mirip dengan ROM adalah CD-ROM prerecorded yang familiar dengan kita, salah satunya CD musik. Berbeda dengan pendapat banyak orang bahwa CD-ROM ditulis dengan laser, kenyataannya data pada CD-ROM lebih tepatnya dicetak pada piringan plastik.

Jenis-Jenis ROM
Mask ROM
PROM
EPROM
EAROM
EEPROM
Flash Memory


FLASH MEMORY

Memori kilat (flash memory) adalah sejenis EEPROM yang mengizinkan banyak lokasi memori untuk dihapus atau ditulis dalam satu operasi pemrograman. Istilah awamnya, dia adalah suatu bentuk dari chip memori yang dapat ditulis, tidak seperti chip memori akses acak/RAM, memori ini dapat menyimpan datanya tanpa membutuhkan penyediaan listrik. Memori ini biasanya digunakan dalam kartu memori, kandar kilat USB (USB flash drive),pemutar MP3, kamera digital, dan telepon genggam.


DVD

DVD adalah sejenis cakram optik yang dapat digunakan untuk menyimpan data, termasuk film dengan kualitas video dan audio yang lebih baik dari kualitas VCD. “DVD” pada awalnya adalah singkatan dari digital video disc, namun beberapa pihak ingin agar kepanjangannya diganti menjadi digital versatile disc (cakram serba guna digital) agar jelas bahwa format ini bukan hanya untuk video saja. 

Sistem Operasi Server

Sistem operasi ( bahasa Inggris: operating system ; OS ) adalah komponen pengolah piranti lunak dasar (essential component) tersistem sebagai pengelola sumber daya perangkat keras komputer (hardware), dan menyediakan layanan umum untuk aplikasi perangkat lunak. Sistem operasi adalah jenis yang paling penting dari perangkat lunak sistem dalam sistem komputer. Tanpa sistem operasi, pengguna tidak dapat menjalankan program aplikasi pada komputer mereka, kecuali program booting. Sistem operasi mempunyai penjadwalan yang sistematis mencakup perhitungan penggunaan memori, pemrosesan data, penyimpanan data, dan sumber daya lainnya.

Untuk fungsi-fungsi perangkat keras seperti sebagai masukan dan keluaran dan alokasi memori, sistem operasi bertindak sebagai perantara antara program aplikasi dan perangkat keras komputer, meskipun kode aplikasi biasanya dieksekusi langsung oleh perangkat keras dan seringkali akan menghubungi OS atau terputus oleh itu. Sistem operasi yang ditemukan pada hampir semua perangkat yang berisi komputer-dari ponsel dan konsol permainan video untuk superkomputer dan server web. Contoh sistem operasi modern adalah Linux, Android, iOS, Mac OS X, dan Microsoft Windows.

Tugas utama dari sebuah system operasi adalah menyediakan interface (antarmuka) antara aplikasi dan hardware (perangkat keras) computer. Aplikasi adalah program yang ditulis untuk membantu pengguna dalam menyelesaikan pekerjaannya seperti program akuntansi, pemrosesan data, perangkat lunak database, manajemen system informasi, dll.

Sebuah system operasi bertanggung jawab untuk mengatur sumber daya perangkat keras, mencegah terjadinya konflik antara program aplikasi yang ada, dan untuk system operasi multiuser bertanggung jawab mencegah terjadinya konflik di antara komputasi yang dibutuhkan oleh setiap user yang sedang login ke computer. Hard disk, port I/O, memori, CPU adalah sumber daya perangkat keras computer yang membutuhkan pengaturan tentang bagaimana cara pengaksesan atau pengalamatannya.

Program-program aplikasi berjalan di level tertinggi dari system operasi, sehingga program ini tidak perlu mengetahui seluk beluk perangkat keras computer. Selain itu, beberapa system operasi didesain untuk keperluan spesifik seperti aplikasi embedded OS.

Distro Turunan Debian

Sistem operasi Debian yang menggunakan kernel Linux merupakan salah satu distro Linux yang populer dengan kestabilannya. Berikut beberapa distro turunan debian yang dapat dilihat pada situs resminya (http://www.debian.org/misc/children-distros).
- Demo Linux. Merupakan distro yang dapat dijalankan tanpa instalasi ataupun partisi harddisk.

Gibraltar. Merupakan distro yang khusus diperuntukkan untuk firewall/ router.

Knoppix.Distro ini merupakan salah satu distro yang banyak digunakan oleh pengguna Linux karena kemudahan dalam pemakaiannya serta tidak perlu melakukan instalasi. Selain itu, dengan distro ini dapat meng-harddiskkan knoppix. Dukungan hardware juga sangat lengkap.

Libranet.Distro ini memaketkan paketnya dengan kemudahan yang diberikan dalam hal instalasi.

Linex. Distro linex dikembangkan oleh “the regional government of extramadura (spain)” dengan tujuan untuk memigrasikan seluruh sistem operasi. Distro ini khusus ditujukan untuk keperluan perkantoran dan bisnis.

Stromix. Para pengembang distro Stromix mengklaim distro buatannya sebagai distribusi linux yang sangat stabil dan aman.

thinkNIC. informasi tentang distro ini dapat diperoleh di website (http://www.thinknic.com).

TuxTops. Distro TuxTops khusus untuk pre-install Debian pada notebook.

Ubuntu. Salah satu distribusi terpopuler saat ini dan memiliki jumlah pengguna terbanyak.


METODE INSTALASI SISTEM OPERASI
Sistem operasi diinstall ke dalam bagian tertentu dari harddisk. Lokasi tertentu ini biasa dikenal dengan istilah partisi disk. Terdapat sejumlah metode yang dapat digunakan untuk menginstall sistem operasi. Penentuan metode ini dapat didasarkan pada kondisi hardware, persyaratan sistem operasinya sendiri dan kebutuhan user. Berikut ini merupakan empat pilihan jenis instalasi sistem operasi:

1. Instalasi Baru

Opsi ini dapat digunakan apabila jaringan yang akan dibangun adalah jaringan baru, ataupun adanya penambahan perangkat server baru yang tidak mendukung sistem operasi jaringan yang ada saat ini. Jika memilih opsi ini maka semua data pada partisi terpilih akan dihapus. Apabila ada aplikasi yang sudah terinstal sebelumnya pada sistem operasi lama, maka nanti perlu diinstal kembali.




2. Upgrade

Opsi ini banyak digunakan pada sistem-sistem jaringan yang sudah berjalan. Opsi ini dilakukan biasanya karena adanya perbaikan fitur yang ada pada sistem operasi yang digunakan, termasuk juga karena fitur baru yang memang diperlukan. Dengan memilih opsi ini aplikasi yang sudah terinstal sebelumnya kemungkinan akan tetap dapat digunakan setelah upgrade. Opsi upgrade ini hanya akan mengganti file-file sistem operasi sebelumnya dengan yang baru.


3. Multi-boot
Apabila disyaratkan untuk ada lebih dari satu sistem operasi dalam satu komputer, maka opsi ini dapat dipilih untuk memungkinkan penggunaan lebih dari satu sistem operasi. Nantinya, setiap sistem operasi akan ditempatkan pada partisinya masing-masing. Oleh karena itu, perlu ada persiapan partisi sebelum melakukan instalasi multi-boot ini.


4. Virtualisasi
Virtualisasi ini merupakan teknik yang memungkinkan instalasi sistem operasi dilakukan diatas sistem operasi yang ada saat ini. Tidak dalam partisi tertentu namun dalam suatu file tertentu. File ini merupakan perwakilan dari suatu sistem komputer virtual.

Satu komputer dapat memiliki lebih dari satu komputer virtual. Oleh karena itu, instalasi lebih dari satu sistem operasi juga dimungkinkan dengan teknik ini.

Beberapa aplikasi yang memungkinkan untuk membuat sistem virtual ini adalah VirtualBox, VMWare, dan Virtual PC.




Sebelum melakukan instalasi sistem operasi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yakni:

- Struktur partisi yang akan digunakan
Salah satu teknik yang digunakan untuk mengamankan data yang ada di komputer adalah dengan membuat partisi yang berbeda untuk sistem dan data.

Dengan adanya pemisahan ini akan memungkinkan nantinya sistem tersebut di-upgrade tanpa mempengaruhi datanya. Pembagian ini juga dapat membantu dalam proses backup dan restore.

- Penentuan jenis sistem file

Sistem file merupakan sistem manajemen file yang diterapkan sistem operasi untuk mengelola file-file yang tersimpan di harddisk. Ada banyak sistem file yang telah dikembangkan saat ini. Beberapa yang sering digunakan adalah FAT16/32, NTFS, HPFS, ext2, ext3, ext4. Setiap sistem operasi dapat memiliki lebih dari satu sistem file. Seperti Linux Ubuntu yang dapat mengelola hampir semua sistem file yang ada saat ini. Setiap sistem file yang dipilih memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing.


Saat ini telah banyak aplikasi yang dapat digunakan untuk mengolah partisi dan sistem file pada harddisk. Perubahan partisi yang dilakukan setelah instalasi dapat memungkinkan terjadinya kehilangan data. Oleh karena itu, diperlukan adanya perencanaan yang baik terkait penentuan struktur dan sistem file yang akan digunakan.


Ada banyak partisi yang bisa dibuat untuk sistem operasi Linux. Berikut ini merupakan partisi-partisi yang umum digunakan.

- /, adalah partisi utama (root) pada sistem operasi Linux.

Peranannya mirip seperti drive C: pada Windows XP. Pada setiap instalasi Linux ini merupakan partisi selalu harus dibuat.
Sistem file yang biasa digunakan untuk memformat partisi ini adalah ext4. Minimal besarnya partisi ini adalah 5 GB. Disarankan minimal 8 GB agar lebih leluasa menginstall program lainnya.

- /home, adalah partisi untuk user.

Partisi ini dapat berisi data user. Data disini dapat berupa dokumen, gambar, audio, video dan konfigurasi aplikasi user.

Ini serupa dengan folder Documents and settings atau Users pada Windows.

Partisi ini dapat dijadikan satu dengan partisi root (/) atau pada partisi sendiri. Sistem file pada partisi juga biasanya menggunakan ext4. Besarnya partisini ini dapat ditentukan berdasarkan banyaknya data yang kemungkinan akan dihasilkan.

- /boot, merupakan partisi yang berisikan aplikasi booting (menjalankan) sistem operasi.
Partisi ini dapat tidak dibuat. Kalau dibuat akan berguna nantinya pada saat instalasi multi-boot sistem operasi. Sistem filenya juga secara umum dapat menggunakan ext4.

- swap, adalah partisi RAM pada sistem Linux.
Partisi ini dapat digunakan sebagai RAM tambahan (memori virtual). Ini berguna pada saat sistem kehabisan RAM (fisik).
Semakin banyak jumlah aplikasi yang dijalankan semakin besar jumlah RAM yang digunakan.

Pada saat sistem kehabisan RAM, Linux dapat menggunakan partisi swap ini sebagai RAM tambahan.

Dalam Linux ada istilah swapping yang digunakan untuk menunjukkan proses pemindahan page dari memori RAM ke swap. Page adalah blok-blok pada memori. Ukuran dari partisi ini minimal sama dengan besarnya RAM yang ada. Namun disarankan agar besarnya swap dua kali RAM.


Silahkan cek link https://help.ubuntu.com/community/SwapFaq dan
 http://www.dd-wrt.com/wiki/index.php/Linux_SWAP untuk penjelasan lebih lanjut mengenai swap.


Sistem operasi Linux merupakan sistem operasi yang memiliki sangat banyak varian.

Varian ini dikenal dengan istilah distro. https://distrowatch.com/
Bagi pemula terkadang kesulitan untuk menentukan distro Linux yang mau digunakan. Berikut ini adalah dua situs yang dapat dijadikan referensi pemilihan distro Linux-nya.

- http://distrowatch.com/, pada situs ini akan ditampilkan data statistik setiap distro linux yang ada diurutkan mulai dari yang terbanyak. Sampai saat tulisan ini dibuat tiga distro teratas pada minggu ini adalah Linux Mint, Ubuntu dan Debian. Selain itu ada halaman

http://w3techs.com/technologies/details/os-linux/all/all yang juga menampilkan statistik penggunaan Linux.

Setiap distro ada yang merupakan turunan dari distro lainnya, seperti Ubuntu yang merupakan turunan dari Debian dan Mint yang merupakan turunan dari Ubuntu/Debian.

Walaupun berbeda setiap distro tetap menjalankan sistem Linux yang sama. Terkait dengan metode instalasi secara umum terdapat beberapa persamaan seperti adanya pembuatan partisi, user, keyboard, dan pewaktuan. Sebagai gambaran berikut ini merupakan poin-poin instalasi sistem operasi Debian.

- Konfigurasi BIOS untuk dapat melakukan boot melalui CD/DVD.
- Pemilihan mode instalasi teks atau grafis (GUI)
- Pemilihan bahasa, lokasi saat ini dan jenis keyboard
- Pengaturan jaringan dan nama host (komputer)
- Penentuan password untuk user root
- Pembuatan user baru
- Penentuan pewaktuan sesuai lokasi saat ini
- Penentuan skema partisi yang akan digunakan
- Pengelolaan sumber paket aplikasi (CD atau mirror)
- Pemilihan aplikasi yang akan diinstall
- Instalasi boot loader

Model Komunikasi Server-Client

Model komunikasi klien server adalah model komunikasi dua arah yang berjalan ketika klien meminta sebuah layanan dari server. Model komunikasi klien server harus berjalan dengan aturan yang sama yang disebut dengan protokol, protokol memfasilitasi bagaimana klien mengirim dan mengambil data dari server, atau server mengirim dan mengambil data dari klien.

Semua proses berjalan dua arah, klien dan server saling berinteraksi, dan server hanya berjalan ketika klien meminta layanan darinya.


Ada berbagai macam protocol, semuanya disesuaikan dengan kebutuhan server dan klien, seperti HTTP, FTP, SMTP, POP, dsb. Semua protocol ini menjembatani antara klien dengan server, dan melakukan proses khusus supaya klien bisa membaca data dari server dan sebaliknya.

Server tanpa klien sama seperti rumah tanpa penghuni, maka dibutuhkan klien yang menggunakan jasa dari server. Klien dan server saling berhubungan secara timbal balik. Server secara selektif menyediakan sumber daya yang dibutuhkan dan klien melakukan koneksi ke server untuk meminta sumber daya tersebut.

Komunikasi klien server bekerja dengan cara request-response, dimana klien meminta lalu server mengirim. Antara klien dan server harus menggunakan aturan yang sama, kapan mengirim, kapan menerima, dan apa yang harus dikirim serta diterima. Semua aturan ini dinamakan protocol, yaitu aturan-aturan yang mengatur komunikasi diantara beberapa komputer di dalam sebuah jaringan

Server menyediakan berbagai macam layanan, web server menyediakan halaman web, file server menyediakan lokasi untuk akses disk berbagi, yaitu berbagi penyimpanan file computer (seperti Document, file suara, foto, video/film, gambar data base, dll) yang dapat di akses oleh workstation yang melekat pada jaringan computer. Akan tetapi secara tidak langsung untuk memproses halaman atau file yang diminta, server harus menggunakan sumber dayanya, seperti RAM, Hardisk, CPU, dan sebagainya.

Bagaimana cara server meminta dari server? Bagaimana server memberi kepada klien?

Klien menghubungi server dan mengirim data yang dibutuhkan apabila ada, semua proses tersebut membutuhkan protocol. Protocol mengatur cara klien/server mengirim data dan menerima data.

Sebagai contoh, ada sebuah bank yang memiliki server, nasabah menggunakan web browser (klien) untuk mengakses data dari server. Nasabah meminta halaman web melalui web server dengan protocol HTTP. Server meminta nasabah untuk memasukkan informasi nama dan kata sandi untuk masuk ke dalam server. Server menjalankan aplikasi database, dan menerima data dari database, misalkan nasabah ingin melihat data transaksinya selama ini. Maka hasil dari server tersebut diterjemahkan sesuai dengan aturan bank tersebut, dilewatkan lagi melalui protocol HTTP, dan akhirnya diterima kembali oleh klien. Hubungan klien server tidak akan terjadi, kecuali klien meminta sebuah layanan dari server. Jadi, tidak mungkin server tiba-tiba mengirim klien data yang tidak diinginkan oleh klien.

Nama

Protocol


 

Apache Web Server

HTTP

 

 

GlassFish Web Server

HTTP

 

 

FileZilla File Server

FTP

 

 

Postfix

SMTP/POP


 

Remote Desktop

RPC

 

 

Bind9

DNS

 

 



Komunikasi klien server hanya bisa terjadi apabila klien dan server sama-sama mengikuti protokol yang sama. Perbedaan protocol diibaratkan meskipun sama-sama bisa bicara, tapi itu pembicaraan antara manusia dengan hewan.

Server dan klien bisa berkomunikasi karena adanya protocol diantara mereka. Keberadaan protocol ini menjembatani antara klien dengan server,  sehingga keseragaman komunikasi bisa tercapai.

Pengertian dan Fungsi Server

Server adalah sebuah sistem komputer yang menyediakan jenis layanan tertentu dalam sebuah jaringan komputer. Server didukung dengan prosesor yang bersifat scalable dan RAM yang besar, juga dilengkapi dengan sistem operasi khusus, yang disebut sebagai sistem operasi jaringan atau network operating system. Server juga menjalankan perangkat lunak administratif yang mengontrol akses terhadap jaringan dan sumber daya yang terdapat di dalamnya, seperti halnya berkas atau alat pencetak (printer), dan memberikan akses kepada workstation anggota jaringan.


Server bisa juga menjalankan fungsi sebagai pengelola, koordinartor sekaligus pengawas (controller) seluruh perangkat (hardware), software, maupun pengguna (users) yeng terhubung dalam satu jaringan. Perangkat (hardware) yang dikelola oleh server tidak hanya perangkat PC atau Laptop melainkan juga
seluruh perangkat jaringan yang dipergunakan dalam jaringan semisal Access Point, Hub, switch, maupun router.

Umumnya, di atas sistem operasi server terdapat aplikasi-aplikasi yang menggunakan arsitektur klien/server. Contoh dari aplikasi ini adalah DHCP Server, Mail Server, HTTP Server, FTP Server, DNS Server dan lain sebagainya. Setiap sistem operasi server umumnya membundel layanan-layanan tersebut atau layanan tersebut juga dapat diperoleh dari pihak ketiga. Setiap layanan tersebut akan merespons terhadap request dari klien. Sebagai contoh, klien DHCP akan memberikan request kepada server yang menjalankan server DHCP; ketika sebuah klien membutuhkan alamat IP, klien akan memberikan perintah/request kepada server, dengan bahasa yang dipahami oleh server DHCP, yakni protokol DHCP itu sendiri.


Contoh sistem operasi server adalah Windows NT 3.51, dan dilanjutkan dengan Windows NT 4.0. Saat ini sistem yang cukup populer adalah Windows 2000 Server dan Windows Server 2012, kemudian Sun Solaris, Unix, dan GNU/Linux.

Server biasanya terhubung dengan client dengan kabel UTP dan sebuah Network Card.

Fungsi server sangat banyak, misalnya untuk situs internet, ilmu pengetahuan, atau sekedar penyimpanan data. Namun yang paling umum adalah untuk melayani permintaan host dalam jaringan atau dari internet.

Klien-server atau client-server merupakan sebuah paradigma dalam teknologi informasi yang merujuk kepada cara untuk mendistribusikan aplikasi ke dalam dua pihak: pihak klien dan pihak server.

Dalam model klien/server, sebuah aplikasi dibagi menjadi dua bagian yang terpisah, tapi masih merupakan sebuah kesatuan yakni komponen klien dan komponen server. Komponen klien juga sering disebut sebagai front-end, sementara komponen server disebut sebagai back-end. Komponen klien dari aplikasi tersebut dijalankan dalam sebuah workstation dan menerima masukan data dari pengguna. Komponen klien tersebut akan menyiapkan data yang dimasukkan oleh pengguna dengan menggunakan teknologi pemrosesan tertentu dan mengirimkannya kepada komponen server yang dijalankan di atas mesin server, umumnya dalam bentuk request terhadap beberapa layanan yang dimiliki oleh server. Komponen server akan menerima request dari klien, dan langsung memprosesnya dan mengembalikan hasil pemrosesan tersebut kepada klien. Klien pun menerima informasi hasil pemrosesan data yang dilakukan server dan menampilkannya kepada pengguna, dengan menggunakan aplikasi yang berinteraksi dengan pengguna.

Sebuah contoh dari aplikasi client/server sederhana adalah aplikasi web yang didesain dengan menggunakan Active Server Pages (ASP) atau PHP. Skrip PHP atau ASP akan dijalankan di dalam web server (Apache atau Internet Information Services), sementara skrip yang berjalan di pihak klien akan dijalankan oleh web browser pada komputer klien. Klien-server merupakan penyelesaian masalah pada software yang menggunakan database sehingga setiap komputer tidak perlu diinstall database, dengan metode klien-server database dapat diinstal pada suatu komputer sebagai server dan aplikasinya diinstall pada client.

Jenis – Jenis Server Berdasarkan Bentuk

a) Mainframe

Mainframe Computer; Komputer jenis ini menggunakan prosessor yang mempunyai kemampuan yang sangat besar dan ditujukan untuk multi user. Dengan menggunakan teknologi time sharing maka efeknya tidak begitu dirasakan oleh user. Jenis Komputer ini memiliki suatu Central Processing Unit, Storage Device yang agak besar (kira-kira sebesar 2 lemari pakaian) dan ditempatkan pada tempat tersendiri. Peralatan CPU dan Storage tersebut dihubungkan dengan banyak terminal yang terdiri dari keyboard dan monitor saja. Terminal yang disambungkan dapat dalam jumlah ribuan sesuai dengan kebutuhan san seri dari komputer mainframenya. jenis komputer ini cocok digunakan untuk perusahaan dengan skala besar yang banyak memiliki banyak cabang.


b) Mini Computer


Mini Computer; Kapasitas prosessor yang digunakan hampir sama dengan mainframe, hanya jumlah terminal yang dapat disambungkan ke dalam komputernya tidak sebanyak seperti pada jenis komputer mainframe. Jumlah terminal yang dapat disambungkan hanya puluhan. Oleh karena itu komputer jenis ini hanya cocok digunakan untuk perusahaan kelas menengah yang tidak begitu besar dan tidak terlalu kecil. Ukuran fisik komputer ini tidak sebesar komputer mainframe.

c) Personal Computer

Jenis prosessor yang digunakan kemampuannya tidak begitu besar dibandingkan dengan komputer mainframe. Karena komputer ini memang ditujukan untuk seorang pemakai. Karena kegunaannya maka komputer jenis ini disebut komputer pribadi atau Personal Computer (PC). Saat ini PC terus dikembangkan kemampuan dan kegunaannya

Jenis-jenis Aplikasi Server

a) Web Server
b) Mail Server
c) File Server
d) DNS Server
e) DHCP Server
f) FTP Server
g) Proxy Server
h) NTP server ( Network  Time  Protokol/protokol  untuk  mensinkronkan  sistem waktu  pada  komputer  terhadap  sumber  yang  akurat  melalui  jaringan  intranet  atau  internet.)